Populasi Sapi Harus Didukung Daya Tampung

  • Whatsapp
SAPI

PALU, MERCUSUAR – Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menyampaikan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program populasi satu juta ekor sapi. Kendala itu antara lain, kondisi peternakan sapi rakyat masih bersifat ekstensif tradisional atau masih banyak sapi yang belum memiliki tali hidung, sehingga sulit dideteksi masa birahinya.
Demikian disampaikan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, saat membuka kontes ternak  seluruh Sulteng yang dipusatkan di Unit Pelaksana Tehnik (UPT) Pembibitan Sapi di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Selasa (24/7/2018).
Kendala lainnya ujar dia, adalah sarana dan prasana berupa kontainer lapangan, obat – obatan dan hormon serta petugas teknis iseminator pemeriksa kebuntingan dan asisten teknis reproduksi masih sangat terbatas.
“Inilah yang merupakan kendala dihadapi dalam meningkatkan populasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Pemprov Sulteng,” katanya.
Gubernur mengemukakan, peningkatan populasi ternak sapi harus pula didukung ketersediaan daya tampung lahan pengembalaan dan pakan yang memadai.
Menyangkut kontes ternak, ujar Gubernur Longki, sudah yang ketujuh kali digelar oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng dengan tujuan dan sasaran untuk memberikan semangat bagi para petani dalam mengembangkan dan meningkatkan pupulasi sapi di provinsi ini.
“Melalui kegiatan ini paling tidak peserta kontes ternak lebih termotivasi lagi untuk mendukung program Pemprov Sulteng sejuta sapi 2021,” kata Longki
Ia menyebutkan, jika program ini tercapai, niscaya masyarakat Sulteng tidak akan kekurangan kebutuhan hewan, khususnya sapi, sehingga dapat menompang program swasembada daging nasional.
Menurut Longki, Sulteng merupakan salah satu daerah yang diharapkan pemerintah pusat sebagai penghasil ternak sapi potong di tanah air.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Nahyun Biotong, menjelaskan Sulteng sejak dahulu sudah terkenal sebagai daerah pengirim sapi potong ke sejumlah daerah, terutama Kalimantan Timur. Setiap tahunnya sampai sekarang ini para pedagang di Sulteng melakukan pernjualan antar pulau sapi potong ke Kaltim.
“Pasar terbesar pengiriman sapi potong produksi petani Sulteng, yakni Kalimanta Timur, bebernya.
Sementara, kontes ternak mendapat perhatian besar masyarakat di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi. BOB

Pilihan Redaksi :  Mahasiswa FKM Untad Diterima di  Program PMMDN Kemendikbud Ristek

Baca Juga