PALU, MERCUSUAR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Tengah (Sulteng) mengirimkan dua orang pengurus untuk mengikuti kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan PWI bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang digelar di Jakarta.
Dua pengurus PWI Sulteng yang diberangkatkan masing-masing Murtalib, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, dan Sahrul, Ketua PWI
Peduli.
Ketua PWI Sulteng, Tri Putra Toana, menjelaskan bahwa penunjukan tersebut merujuk pada surat resmi PWI Pusat yang memberikan kuota dua pengurus dari setiap provinsi untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.
“Setelah dilakukan asesmen serta pemeriksaan kesehatan, kedua pengurus PWI Sulteng dinyatakan layak dan diberikan rekomendasi untuk mewakili PWI Sulteng,” ujar Tri Putra Toana, didampingi Sekretaris PWI Sulteng, Temu Sutrisno.
Tri Putra Toana yang akrab disapa Ongki berharap, keikutsertaan kedua pengurus tersebut dapat membawa citra positif dan nama baik PWI Sulteng dalam forum nasional yang melibatkan unsur pertahanan dan kebangsaan.
“Kami berharap mereka dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan membawa nilai-nilai kebangsaan serta profesionalisme wartawan daerah di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kolonel Arief Nursaid selaku Person In Charge (PIC) Retret PWI–Kemenhan, pembagian Kaporlap (kelengkapan perorangan lapangan) bagi peserta Retret Orientasi Kebangsaan PWI–Kemenhan akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026 Pukul 04.00 WIB, bertempat di Kantor PWI Pusat, Jakarta.
Adapun perlengkapan utama yang dibagikan meliputi PDL Komcad, kaos dalam, sepatu laras, dan topi, yang wajib langsung dikenakan oleh peserta untuk selanjutnya diberangkatkan menuju lokasi Diklat Kemenhan.
Retret yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Akmil Magelang tersebut dipindahkan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan di Bogor, dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan kegiatan.
Dalam surat pemberitahuan resmi yang ditandatangani Johnny Hardjojo, Ketua Departemen Hankam, TNI dan Polri PWI Pusat, ditegaskan bahwa pengambilan perlengkapan retret wajib disertai surat keterangan kesehatan yang sah. Selain itu, peserta yang telah mengambil perlengkapan namun berhalangan mengikuti kegiatan diwajibkan mengembalikan seluruh perlengkapan, dengan sanksi tegas bagi yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.
Kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan ini merupakan bagian dari upaya penguatan wawasan kebangsaan, disiplin, serta sinergi antara insan pers dan institusi pertahanan negara. ***






