Rektor Berharap FKIP Tingkatkan Kualitas

  • Whatsapp

LERE, MERCUSUAR – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muh Basir, SE, MS, mengharapkan dari pelaksanaan 5th Evaluation Meeting: Pre Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher), di mana Untad sebagai tuan rumah, para peserta, terutama yang berasal dari Untad mampu meningkatkan kualitas dan menyesuaikan diri dengan model-model pembelajaran di negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

“Poin utamanya, kita berharap ada upaya dari institusi kita, khususnya FKIP untuk meningkatkan kualitas calon-calon guru kita. Beberapa hal harus ditingkatkan, seperti cara mengajarnya, dengan menyerap pengalaman mengajar di luar negeri,” jelasnya.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Komnas HAM, Minta Polisi Percepat Penanganan Kekerasan di Lapas Parigi

Lanjut Prof Basir, dirinya juga berharap, mahasiswa dari luar yang dikirim kemari, secara kultural ada hal-hal yang bisa diambil untuk diterapkan di negaranya. Menurutnya, pasti ada keunggulan dan kelemahan dari model pendidikan di Untad dan itu harus dievaluasi untuk peningkatan kedepannya

“Kedepan bukan hanya mahasiswa kita yang dikirim keluar negeri untuk mengajar, tapi juga dosen. Ini hal yang luar biasa, karena dosen kita ditawari mengajar di luar negeri. Kita juga tawari dosen dari luar untuk mengajar di sini. Ini bukti kualitas pendidikan kita sudah diakui,” ujarnya.

Prof Basir juga meminta kepada mahasiswa atau dosen yang berkesempatan melaksanakan praktik mengajar di luar negeri, untuk memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris dan FKIP selaku fakultas yang menangani, harus melakukan seleksi dengan ketat, sesuai kompetensi dan standar yang ada.

Pilihan Redaksi :  Balai Arkeologi Sulawesi Utara Paparkan Hunian Prasejarah di Pesisir Morowali

Sementara itu, Dekan FKIP Untad, Dr Lukman Nadjamuddin, MHum mengatakan, program pertukaran mahasiswa dan dosen yang diinisiasi oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) ini, merupakan bukti terbukanya dunia pendidikan di kawasan ASEAN.

Dr Lukman mengatakan, lulusan terbaik atau alumni PPL di negara-negara ASEAN yang difasilitasi oleh SEAMEO ini, diberi kesempatan kembali ke tempat mereka bertugas, untuk mengajar selama satu tahun dan setiap tahun akan dievaluasi apakah memingkinkan untuk diperpanjang atau tidak. Bahkan kita ditawarkan program pertukaran dosen, di mana tiga minggu mereka mengajar di sini, tiga minggu dosen kita mengajar di sana,” jelas Dr Lukman.

Lanjut dia, beberapa dosen di FKIP Untad yang sudah diindentifikasi dan punya potensi, akan diberikan kesempatan untuk mengajar di luar negeri selama dua semester, sesuai tawaran dari negara-negara ASEAN. Mereka sangat percaya dengan kapasitas dosen-dosen FKIP Untad.

Pilihan Redaksi :  Akbid Graha Ananda Jadi Institut Teknologi Kesehatan

“Hal ini membuktikan, dosen kita bukan lagi jago kandang, tetapi sudah mulai merambah kawasan Asia Tenggara,” lanjutnya.

Kemudian, terkait pengiriman mahasiswa untuk program PPL di negara-negara ASEAN, Dr Lukman mengatakan, pihaknya akan menyeleski berdasarkan kemampuan. Kata dia, kuotanya akan terus bertambah, tergantung permintaan, sehingga nantnya alumni-alumni FKIP Untad dapat menjadi guru-guru berkualitas internasional, bukan lagi hanya skala lokal. Mereka nantinya tidak akan lagi sibuk memperebutkan kuota lokal tapi kini merambah kuota internasional. JEF

Baca Juga