PALU, MERCUSUAR — Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, menegaskan pentingnya menjadikan momentum Idulfitri 1447 Hijriah sebagai titik penguatan integritas, kebersamaan, dan arah pembangunan institusi ke depan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan halal bihalal yang digelar di Auditorium Untad, usai pelaksanaan Salat Idulfitri yang berlangsung di pelataran auditorium kampus, Sabtu (21/3/2026). Salat Idulfitri tersebut diikuti oleh segenap sivitas akademika Untad bersama warga sekitar.
Bertindak sebagai khatib, Ketua MUI Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, menyampaikan khutbah Idulfitri yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keimanan, memperkuat persaudaraan, serta mengimplementasikan ajaran Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Rektor Untad menyampaikan, Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi untuk kembali pada fitrah, memurnikan niat, memperbaiki relasi, dan meneguhkan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab akademik.
“Atas nama segenap pimpinan Untad, saya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini semakin memperkuat ukhuwah di antara kita, sekaligus mempererat sinergi dalam membangun Untad yang lebih maju,” ujar Prof. Amar.
Ia menekankan, nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran dan kedisiplinan, harus menjadi fondasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, seluruh civitas akademika didorong untuk terus meningkatkan produktivitas, inovasi, dan profesionalisme, guna memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun regional.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dan inklusif, dengan menjaga persaudaraan lintas latar belakang serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan halal bihalal ini diselenggarakan oleh panitia dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum. JEF






