Roman dan Abdul Malik Terancam Pidana Mati

  • Whatsapp
FOTO HLLLL DAKWAAN NARKOTIKA 25 KG

TERDAKWA Roman R Sumbadjindja keluar dari ruang sidang usai menjalani sidang pembacaan dakwaan di PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu (4/11/2020). FOTO: ANGKY/MS

Berita Terkait

PALU, MERCUSUAR – Dua terdakwa dalam berkas terpisah, yakni terdakwa Roman R Sumbadjindja alias Oman bin Ruslin dan Abdul Malik alias Malik bin Mahfid terancam pidana mati.

Setelah JPU mendakwa keduanya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) atau kedua Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hal itu tertuang dalam dakwaan JPU, Nur Sricahyawijaya SH yang dibacakan pada dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu (4/11/2020).

Roman R Sumbadjindja dan Abdul Malik merupakan terdakwa kasus dugaan penyalagunaan narkotika golongan I jenis sabusabu seberat 24.930,39 gram atau sekira 25 kilogram (Kg). Keduanya ditangkap oleh Satnarkoba Polda Sulteng di depan pos COVID-19 di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Tawaeli, Kecamatan Palu utara pada Minggu (28/6/2020).

Dalam dakwaan JPU diuraikan bahwa berawal saat Roman R Sumbadjindja dihubungi melalui telepon oleh Syukur (DPO) untuk menjemput sabu lalu dibawah ke sekitar Bundaran Palupi.

“Ia dijanjikan akan dibayar Rp30 juta oleh Syukur, tapi baru diberikan Rp1 juta,” beber JPU.

Kemudian, Roman R Sumbadjindja disuruh Syukur menghubungi nomor handphone yang ternyata milik Abdul Malik, hingga kedua saling komunikasi serta bertemu pada Minggu (28/6/2020) pukul 12.00 Wita untuk mengambil sabu.

Baca Juga