PALU, MERCUSUAR – Legislator DPR RI asal Sulawesi Tengah, Hj. Sakinah Aljufri menegaskan dirinya masih ingin fokus pada bidang pendidikan dan kebudayaan, dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota dewan.
Sakinah mengaku telah menyampaikan keinginannya kepada Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI, untuk tetap menempatkan dirinya di Komisi X yang salah satunya membidangi pendidikan dan kebudayaan.
“Saya fokus dan konsen dulu di Komisi X yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan. Saya menyampaikan ke Ketua Fraksi, tolong saya jangan dipindah dulu. Karena biasanya di DPR itu, tiap tahun ada rolling,” ungkap Sakinah saat menghadiri Gathering bersama awak media di Kota Palu, di salah satu kafe di Palu, medio pekan kemarin.
Sakinah mengaku, masih berkeinginan untuk melanjutkan program-program yang diharapkan dapat bermanfaat pada sektor pendidikan, utamanya bagi masyarakat Sulteng. Salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP) jalur Aspirasi.
Menurutnya, Provinsi Sulteng yang baru mengalami bencana besar pada September 2018 lalu, kemudian berlanjut situasi pandemi Covid-19, masih memerlukan perhatian bersama dari seluruh stakeholder, termasuk legislatif, khususnya di bidang pendidikan.
“Ini sangat-sangat memerlukan perhatian dari seluruh stakeholder, baik eksekutif dan legislatif masih harus konsen dengan masalah pendidikan,” tegasnya.
Pada tahun ini, Sakinag mengungkapkan, melalui Komisi X pihaknya telah membawa penambahan PIP Aspirasi untuk peserta didik di Provinsi Sulteng sebanyak 25.000 kuota, ditambah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebanyak 500 kuota.
Jumlah tersebut disalurkan ke para peserta didik di sekolah-sekolah serta mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Kabupaten dan Kota di Sulteng. Olehnya, kata dia, dengan adanya perwakilan dari Sulteng di Komisi X, PIP Aspirasi dengan jumlah sebesar itu dapat terus dilanjutkan di tahun mendatang.
“Karena kalau kita tidak ada di Komisi X, maka sebesar itu tidak bisa kita bawa ke Sulteng. Karena itu jatah Aspirasi, sehingga rugi kalau kita tidak ada orang di komisi terkait. Sekolah juga bisa mengusulkan, yakni PIP reguler, tapi tidak bisa sebesar PIP Aspirasi,” tegasnya lagi.
Ia berharap, ke depan PIP Aspirasi serta KIP Kuliah untuk masyarakat Sulteng di tahun mendatang jumlahnya dapat dipertahankan bahkan meningkat.
“Mudah-mudahan sesuai harapan kita, tidak ada refocusing lagi sehingga tidak ada pemangkasan,” pungkasnya. IEA