Sanggar Seni Gimba Terima Bantuan Kearifan Lokal

Penyerahan secara simbolis bantuan kearifan lokal dari Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Abdul Gafar Mallo kepada Pimpinan Sanggar Seni Gimba, Syamsuddin. FOTO: DOK SANGGAR SENI GIMBA

LERE, MERCUSUAR – Sanggar Seni Gimba Kota Palu, Sulawesi Tengah mendapatkan bantuan hibah kearifan lokal dan Kementerian Sosial Republik Indonesia beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp50 juta ini dan diperuntukkan untuk mendukung penguatan seni budaya lokal serta mencegah konflik sosial dan radikalisme.
Ketua Sanggar Seni (SS) Gimba, Syamsuddin mengatakan bahwa bantuan tersebut sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap pengembangan dan pelestarian budaya lokal serta pengembangan bakat anak muda dalam kegiatan seni budaya. Selain itu juga mencegah terjadinya konflik sosial dan mengantisipasi penyebaran faham radikal.
’’Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada pemerintah melalui kemensos atas bantuan ini. Tentunya ini sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan bakat anak muda terutama kalangan mahasiswa dalam bidang seni serta mencegah penyebaran faham radikal. Bantuan ini akan kami manfaatkan semaksimal mungkin,’’tandasnya kepada Mercusuar, Rabu (26/3/2025).
Syamsuddin menambahkan bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan pengurus dan anggota sanggar seni terutama dalam pengadaan alat-alat kesenian. Sehingga bakat seni bisa lebih dimaksimalkan.
Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada pihak Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah yang telah membantu memberikan motivasi dan dukungan sehingga bisa mendapatkan bantuan dari Kemensos.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dr. Abdul Gafar Mallo kepada media ini mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah tersebut hendaknya digunakan sebaik mungkin.
Dirinya sangat mendukung pihak yang bergelut dan konsen di bidang seni budaya. Abdul Gafar pun secara khusus mengapreasi pengelola Sanggar Seni Gimba yang telah lama eksis dan ikut berkontribusi dalam pengembangan budaya daerah di Sulawesi Tengah.
‘’Bantuan ini tentunya diharapkan bisa memotivasi pengelola sanggar seni gimba untuk terus berkiprah dan dalam dunia seni sekaligus membantu pemerintah terutama dalam menyalurkan bakat seni anak muda dan mencegah penyebaran faham radikal,’’ kuncinya. IKI/*

Pos terkait