SDN Palupi Laksanakan Imunisasi MR

  • Whatsapp
HLL

PALU, MERCUSUAR – SDN Palupi berkerjasama dengan Puskesmas Palu Selatan, melaksanakan Imunisasi Measles Rubella (MR), untuk mencegah penularan virus Campak dan Rubella.

Imunisasi MR diwajibkan kepada para siswa kelas I hingga III yang belum melakukan imunisasi MR di Puskesmas. Imuniasi ini sangat penting bagi anak seusia mereka dalam mencegah penularan Campak dan Rubella. Makanya seluruh sekolah diwajibkan untuk melaksanakan imuniasi MR, seperti yang dilaksanakan oleh SDN Palupi Palu.

Kepala SDN Palupi Palu, Kartini mengatakan, imunisasi ini merupakan hasil kerja sama pihak sekolah dengan puskesmas, yang rutin memeriksa kesehatan para siswa di sekolah.

“Imunisasi ini sebenarnya bukan hal yang baru di sekolah, karena tahun sebelumnya mereka juga sering melaksanakan imunisasi di sekolah. Kami hanya berharap dengan imunisasi ini, bisa memberikan banyak dampak positif kepada anak, karena sebelumnya kami juga khwatir dengan pembicaraan di berbagai media tentang imunisasi MR,” katanya, Jumat (24/8/2018).

Pilihan Redaksi :  Anak Disabilitas Diajak Bergembira

Sebelumnya, pelaksanaan imunisasi MR masih menjadi persoalan, karena belum mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tetapi belum lama ini MUI kembali memberikan surat edaran untuk memperbolehkan seluruh masyarakat untuk melaksanakan imunisasi MR ,karena pertimbangan lainnya. Makanya setelah adanya keputusan dari MUI, sekolah kembali melaksanakan imunisasi MR seperti program pemerintah.

“Kami tidak khwatir dengan imunisasi ini, karena dilaksanakan oleh para ahli dari puskesmas. Apalagi mereka juga akan mengontrol setiap saat perkembangan para anak yang telah diimunisasi. Kami hanya bisa berharap agar imunisasi ini tidak menjadi kendala kedepannya karena kita juga harus mendukung dalam mencegah penularan virus Campak dan Rubella,” terangnya.

Pilihan Redaksi :  Mulai Hari ini, Pembelian BBM Wajib Pakai Kupon

Selama pelaksanaan imunisasi, terlihat banyak siswa yang takut disuntik, tetapi karena mereka diberikan pemahaman oleh pihak puskesmas, maka mereka mau disuntik. Ada sejumlah murid juga terlihat menangis karena takut disuntik. UTM

Baca Juga