Sekolah Sosialisasikan Pelibatan Keluarga Dalam Pendidikan

  • Whatsapp
HLL

PALU, MERCUSUAR – PAUD/TK Pembina Palu Utara melaksanakan sosialisasi pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan, bertempat di aula sekolah tersebut, Sabtu (28/7/2018). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Kamrudin, Kepala UPT Pendidikan wilayah Palu Utara dan Tawaeli, Agussalim, pembina pengawas PAUD/TK, serta para orang tua murid.  

Sekretaris Disdikbud Kota Palu, Kamrudin, dalam sambutan sekaligus pemaparannya pada kegiatan tersebut mengatakan, dalam pendidikan keluarga, antara sekolah, masyarakat dan orang tua, punya hak dan peran yang sama dalam membina tumbuh kembang anak. Dulu kata dia, anak hanya dititipkan di sekolah untuk dididik, tapi sekarang, orang tua punya andil dalam pendidikan anak, terutama di dalam keluarga.

Pilihan Redaksi :  Mulai Hari ini, Pembelian BBM Wajib Pakai Kupon

Berita Terkait

“Saat ini, orang tua dan keluarga harus terlibat dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak, tidak lagi seperti dulu, semuanya diserahkan secara penuh ke sekolah,” ujarnya.

Pendidikan keluarga harus dipikirkan bersama dan menjadi penting kata dia, sebab anak-anak yang kita didik saat ini, adalah mereka yang akan memasuki usia emas pada 2045 nanti. Pada tahun 2045 nanti kata dia, generasi emas yang kita pupuk dari sekarang, akan menjadi generasi yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendorong peningkatan pembangunan, dan membawa Indonesia melangkah pada masa depan yang lebih cerah.

Pilihan Redaksi :  Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Ratusan Penyandang Disabilitas Meriahkan Jalan Santai

“Untuk itu, mulai dari saat ini kita harus bersinergi, untuk melahirkan generasi yang kreatif, kompeten, berkarakter dan kolaboratif. Untuk itu orang tua diharapkan berperan aktif dalam pendidikan anak di sekolah,” pesannya.

Sementara itu, Kepala PAUD/TK Pembina Palu Utara, Sri Mawarni mengatakan, pada tahun ajaran 2018/2019 ini, pihaknya telah memulai pola pendidikan dengan pelibatan keluarga tersebut. Pihaknya melibatkan orang tua murid sejak hari pertama sekolah dengan keterlibatan orang tua mengantarkan anak ke sekolah, parenting, misalnya dengan membentuk paguyuban kelas, kelas inspirasi, misalnya ada orang tua yang berprofesi sebagai dokter atau polisi, bisa menjelaskan tentang kesehatan atau lalu lintas kepada murid.

Pelibatan orang tua dan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan ini kata dia, dilatarbelakangi oleh pandangan pihak sekolah, bahwa antara keluarga, sekolah dan masyarakat, harus bersinergi secara berkesinambungan, karena pendidikan anak tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah. JEF

Pilihan Redaksi :  Anak Disabilitas Diajak Bergembira

Baca Juga