Sikapi Dugaan Siswa Keracunan MBG, Kemenag Menunggu Hasil Uji Sampel

Ahmad Hasni

LERE, MERCUSUAR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni menyebut pihaknya menunggu hasil resmi tes laboratorium, terkait kejadian sejumlah siswa madrasah yang diduga keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) SIS Aljufri Tatura, Kota Palu diduga keracunan, usai menyantap makanan yang disediakan pihak dapur MBG, pada Rabu (27/8/2025). Para siswa tersebut, bersama sejumlah siswa lainnya dari SMK Bina Potensi Palu, sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit.

“Kami tidak mau berspekulasi. Tunggu saja pemeriksaan resmi dari laboratorium,” kata Ahmad Hasni di ruang kerjanya, Jumat (29/8/2025).

Sampel paket makanan yang disantap para siswa tersebut, saat ini tengah diuji di laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, berdasarkan pengajuan dari Dinas Kesehatan Kota Palu.

Ahmad Hasni menyebutkan, pihaknya juga telah turun langsung melakukan peninjauan serta berkomunikasi dengan pihak madrasah terkait. Selain itu, juga mencoba mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di jalan Anoa, Kota Palu. SPPG tersebut diketahui melayani paket MBG untuk belasan sekolah dan madrasah di Kota Palu, termasuk MTs SIS Aljufri Tatura dan SMK Bina Potensi.

Terkait program MBG, ia menjelaskan Kemenag hanya berperan sebagai pengawas berjalannya program di madrasah-madrasah. Adapun jika terdapat kendalah atau masalah pada proses berjalannya program tersebut, maka akan dikoordinasikan bersama dengan instansi terkait yang berwenang. IEA

Pos terkait