SEMARANG, MERCUSUAR – Industri media massa saat ini tengah berada di pusaran arus disrupsi informasi yang kencang. Peralihan konsumsi informasi dari model konvensional ke platform digital, hingga masifnya integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence), menjadi tantangan nyata yang menuntut adaptasi cepat bagi para awak media.
Tantangan ini kian krusial bagi para wartawan yang meliput sektor energi, mengingat dinamika teknologi digital kini turut mengubah cara energi diproduksi, didistribusikan, hingga dikonsumsi oleh publik.
Menyadari pentingnya peran media dalam mengawal transisi ini, SKK Migas bersama Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menggelar Edukasi dan Media Gathering bagi wartawan asal Kabupaten Banggai, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu—Kamis (1—2/4/2026).
Business Support Senior Manager JOB Tomori, Agus Sudaryanto dalam pembukaan kegiatan menjelaskan agenda tahunan tersebut merupakan wadah kolaborasi antara JOB Tomori dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul). Fokus utamanya adalah berbagi pengetahuan terkini mengenai kondisi operasional perusahaan serta menjaga silaturahmi dengan para pemangku kepentingan.
“Kami sangat bersyukur JOB Tomori dapat terus mempertahankan stabilitas produksi gas bumi. Keberhasilan operasional ini secara langsung memberikan efek domino (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi,” ujar Agus.
Ia menekankan, kedekatan antara sektor migas dan media adalah kebutuhan fungsional, terutama dalam memitigasi penyebaran berita bohong atau disinformasi terkait industri hulu migas.
“Media dan migas berkaitan sangat erat. Kemitraan yang terjalin selama ini diharapkan mampu memberikan manfaat edukatif bagi publik,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wisnu Wardana selaku Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi global. Ia memaparkan bagaimana tensi geopolitik di Timur Tengah memberikan dampak signifikan terhadap fluktuasi ekonomi dunia, termasuk di Indonesia.
Dalam konteks lokal, Wisnu mengapresiasi progres proyek Senoro Selatan yang dikelola JOB Tomori. Kelancaran proyek ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan negara dan daerah melalui penambahan Dana Bagi Hasil (DBH).
“Hubungan antara industri migas dengan media serta pemerintah daerah saat ini berada pada level yang sangat baik. Kegiatan edukasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk terus meningkatkan kualitas dan pengetahuan rekan-rekan jurnalis di lapangan,” tutur Wisnu.
Kegiatan yang diikuti belasan wartawan dari Banggai tersebut tidak hanya berisi sesi diskusi formal, namun juga menghadirkan pakar komunikasi dan praktisi media tingkat nasional. Para narasumber yang hadir memberikan perspektif segar mengenai bagaimana media harus bersikap di tengah gempuran teknologi.
Pertama, Benny Siga Butarbutar, Dirut LKBN Antara yang juga Sekretaris Umum PERHUMAS. Ia membedah perubahan fundamental dalam pola kerja jurnalistik di era digital. Dalam materinya, benny menekankan bahwa wartawan wajib memperbarui keahlian teknis tanpa meninggalkan etika jurnalistik yang baku.
Selanjutnya, Rosarita Niken W dari Dewan Pers), yang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan standar perusahaan pers, agar media massa tetap dipercaya publik sebagai referensi utama di tengah banjir informasi media sosial.
Ketiga, Audrey Progastama Petriny, Head of Corporate Affairs GoPay, yang berbagi pengalaman mengenai pola komunikasi publik dan media relation. Audrey memberikan simulasi taktis mengenai cara menghadapi situasi krusial dan bagaimana membangun sinergi yang sehat antara praktisi humas dan wartawan.
Ketua PWI Banggai, Abd Saleh, yang memimpin delegasi wartawan periode 2025-2028, memberikan apresiasi atas inisiatif SKK Migas dan JOB Tomori. Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki nilai tambah karena menyentuh aspek substansial, yakni peningkatan kapasitas intelektual wartawan.
“Sinergi ini tidak boleh hanya dilihat dari sisi manfaat ekonomi jangka pendek bagi media. Tetapi lebih jauh lagi, ini adalah upaya mendorong peningkatan pengetahuan. Edukasi seperti ini adalah modal utama bagi jurnalis untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berimbang,” tegas Saleh.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke Kantor Redaksi Suara Merdeka di Semarang. Para wartawan berdiskusi mengenai strategi bertahan media cetak dan digital di masa kini.
Selama kegiatan berlangsung, para wartawan turut didampingi oleh manajemen JOB Tomori, di antaranya Visnu Cekti Bhawono (Relation, Security and Comdev Manager) serta Andi Basuki (Relation Section Head), guna memastikan setiap sesi berbagi informasi berjalan interaktif dan produktif. ***/MAM






