SMPN 8 Palu Butuh Perluasan Zonasi

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Sejak dimasifkannya sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), beberapa sekolah terkena imbasnya, seperti kekurangan peserta didik. Salah satunya adalah SMP Negeri 8 Palu, yang pada penerimaan peserta didik tahun lalu, berkurang hingga dua kelas.

Untuk itu, SMPN 8 Palu membutuhkan perluasan zonasi. Kepala SMPN 8 Palu, Mursida Said mengatakan, zonasi penerimaan siswa baru SMPN 8 Palu itu berbasis pada tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Watusampu, Kelurahan Buluri, dan Kelurahan Tipo. Sementara itu, kata dia, ketiga kelurahan itu jumlah penduduknya masih sedikit, apalagi jumlah anak usia SMP. Akibatnya jumlah peserta didik SMPN 8 Palu semakin menurun.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Warga Pantoloan Diminta Menggarap Lahan Tidur

“Saya berharap agar zonasi SMPN 8 Palu itu ditambah lagi satu kelurahan, yaitu Kelurahan Silae, agar jumlah calon peserta didik SMPN 8 Palu tahun 2018 ini bisa meningkat kembali. Jika dibandingkan dengan ketiga kelurahan zonasi SMPN 8 Palu, Kelurahan Silae itu penduduknya relatif lebih banyak, pasalnya penduduk Kelurahan Silae banyak pendatang,” katanya, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, kondisi penduduk ketiga kelurahan yang merupakan wilayah zonasi SMPN 8 Palu, kesadaran untuk meningkatkan pendidikannya masih sangat rendah. Bahkan para siswa itu sering bolos sekolah dan berangkat sekolah tapi tidak sampai di sekolah.

“Para siswa itu rata-rata kalau sudah lambat ke sekolah, pasti tidak terus masuk ke sekolah malah bersembunyi di semak-semak. Persoalan seperti ini masih menjadi masalah yang terus kami upayakan untuk mencari jalan keluar terbaiknya,”jelasnya.

Pilihan Redaksi :  SD Inpres 8 Mamboro , Pelaksanaan PTM Berjalan Lancar

Saat ini, kata dia, beberapa upaya telah dilakukan yaitu, membangun kerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) K5 Kelurahan Tipo, dan menambah jumlah sekuriti di SMPN 8 Palu. Hasilnya memang pelan-pelan sudah kelihatan, mereka sudah takut bolos dan jumlah siswa yang bolos itu semakin berkurang.

Lanjutnya, tetapi output sesungguhnya yang ingin dicapai adalah terbentuknya kesadaran siswa, bahwa sekolah itu penting untuk masa depan dan kehidupan di masa yang akan datang. Untuk itu, pihaknya sangat berharap agar orang tua siswa dapat bekerjasama dalam membangun kesadaran siswa, agar mereka bisa bersekolah dengan serius. UTM

Baca Juga