PALU, MERCUSUAR – Rumah Tiara Coffe & Roastery melaksanakan diskusi ringan bertajuk Introduction to Archaeology, Jumat (9/1/2026). Diskusi ini menghadirkan arkeolog, Drs. Iksam, M.Hum.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melihat kenyataan bahwa saat ini, jumlah arkeolog di Palu bisa dihitung jari, padahal tinggalan purbakala di Sulawesi Tengah berlimpah dan ragam rupanya, sehingga potensi penelitian arkeologisnya sangat besar.
Kegiatan ini juga mendorong generasi muda, khususnya pelajar, agar memiliki minat untuk melanjutkan studi di jurusan arkeologi. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mendorong perguruan tinggi di Sulteng agar membuka jurusan arkeologi, melihat potensi arkeologi di wilayah Sulawesi Tengah.
Iksam dalam pemaparannya menjelaskan tentang apa itu arkeologi, mengapa arkeologi penting dan mengapa Sulawesi Tengah membutuhkan arkeolog. Menurutnya, dengan tinggalan yang melimpah di hamper seluruh wilayah Sulawesi Tengah, kehadiran arkeolog menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Selain itu, Iksam juga menampilkan sejumlah tinggalan arkeologi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah yang telah seselai atau sedang diteliti.
Pengelola Rumah Tiara Coffe & Roastery, Kukuh Ramadhan mengatakan, diskusi seperti ini penting untuk terus digiatkan, untuk mengurai permasalahan dan menemukan Solusi dari persoalan-persoalan kebudayaan yang ada di Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah. Rumah Tiara Coffe & Roastery sendiri telah beberapa kali melaksanakan diskusi serupa serta pameran, untuk menggaungkan hal tersebut. JEF






