Sungai Mangu Meluap, Banjir Rendam Permukiman Warga Baiya

Banjir merendam sejumlah titik di Kelurahan Baiya, Kota Palu, Minggu (11/1/2026). FOTO: JEFRI/MS

BAIYA, MERCUSUAR – Banjir merendam sejumlah titik di Kelurahan Baiya, Kota Palu, Minggu (11/1/2026), akibat tingginya intensitas hujan sejak pagi hari. Sungai Mangu yang mengaliri wilayah RT 10, RT 11, dan RT 12 meluap dan menggenangi permukiman warga di sekitarnya.
Nurdian (37), warga RT 10 Kelurahan Baiya, mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 11.00 WITA setelah hujan mengguyur sejak pukul 08.00 WITA. Ketinggian air yang disertai lumpur meningkat cepat, dari sekitar 10 sentimeter hingga mencapai kurang lebih satu meter.
“Air masuk cukup cepat dan disertai lumpur. Banyak barang elektronik rusak, bahkan ada harta benda yang hanyut,” ujarnya.
Genangan banjir juga berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di sekitar jembatan fly over. Kemacetan sempat terjadi karena kendaraan yang melintas terpaksa memutar balik atau mencari jalur alternatif.
Pada malam hari, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Camat Tawaeli, Hendra Okto Utama serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, meninjau langsung rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Selain itu, rombongan juga meninjau aliran Sungai Mangu yang menjadi titik utama terjadinya luapan air.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus merumuskan langkah penanganan lanjutan, guna mencegah banjir serupa terulang di wilayah tersebut. JEF

Pos terkait