Tahun Ajaran Baru, SMAN 2 Palu Terapkan Kurikulum Merdeka Pada Kelas X

PALU, MERCUSUAR – Pada tahun ajaran 2023/2024, SMA Negeri 2 Palu akan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar pada kelas X. Hal ini dikatakan Kepala SMAN 2 Palu, Edy Siswanto, Kamis (25/5/2023).

Menurut Edy, setelah melalui proses asesmen yang mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 034/H/KR/2022, tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023, SMAN 2 Palu masuk ke dalam kategori Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) jalur Mandiri Berubah. Dalam IKM jalur Mandiri Berubah, kepala sekolah dan guru mulai tahun ajaran 2022/2023 menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas I dan kelas IV SD, kelas VII SMP atau kelas X SMA.

“Dalam IKM, ada tiga jalur, yakni IKM Mandiri Belajar, IKM Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi. Dalam jalur Mandiri Belajar, kepala sekolah dan guru menerapkan komponen atau prinsip kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan (Kurikulum tahun 2013, Kurikulum Darurat). Kemudian, dalam jalur Mandiri Berbagi, kepala sekolah dan guru dalam tahun ajaran 2022/2023, menerapkan kurikulum merdeka dengan melakukan pengembangan sendiri berbagai perangkat ajar, pada satuan pendidikan PAUD, kelas I dan kelas IV SD, kelas VII SMP atau kelas X SMA.

Edy mengatakan, untuk mempersiapkan diri dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pemantapan dalam bentuk In House Training (IHT). Hal ini dilakukan, agar para guru mampu menerapkan dengan baik pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka sendiri kata dia, merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dalam penerapan kurikulum ini, konten disusun lebih optimal, sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep maupun memperkuat kompetensi. 

Sedangkan untuk guru diberikan keleluasaan, untuk menentukan perangkat ajar yang akan digunakan. Dengan begini, maka pembelajaran bisa menyesuaikan kebutuhan belajar, serta minat dari para siswa.  Salah satu perbedaan paling mencolok dalam penerapan Kurikulum Merdeka di jenjang SMA adalah tidak ada lagi penjurusan. Artinya penjurusan IPA, IPS ataupun Bahasa dihapuskan. 

Para siswa kemudian diperkenankan untuk memilih mata pelajaran kelompok pilihan, saat duduk di kelas XI dan XII. Pemilihan minat mata pelajaran, bisa menyesuaikan bakat dan minat masing-masing siswa, dengan dipandu oleh guru Bimbingan Konseling (BK).  Siswa yang duduk di kelas 10, akan diterapkan pembelajaran unit inkuiri. 

Pembelajaran unit inkuiri adalah kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi, serta memecahkan masalah di lingkungan sekitar. Pencarian solusi sendiri dilakukan, melalui berbagai sudut pandang dan beragam mata pelajaran kelompok IPA dan juga IPS, menggunakan metode inkuiri. JEF

Pos terkait