MAMBORO BARAT, MERCUSUAR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu menggelar edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah ramah lingkungan di Kelurahan Mamboro Barat. Kegiatan dalam skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini berlangsung selama dua hari, 10–11 April 2026, di Aula Kelurahan Mamboro Barat.
Program bertajuk “Pengembangan Kapasitas Masyarakat Melalui Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan untuk Mengurangi Pembakaran Sampah” tersebut merupakan kolaborasi lintas disiplin antara Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan dihadiri Lurah Mamboro Barat, Megawaty Muid, para ketua RT dan RW, Pengawas Padat Karya Mamboro Barat, serta masyarakat setempat. Program ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu.
Ketua Tim Pengabdian, Mustafa, SKM., M.Kes., bertindak sebagai narasumber utama. Ia didampingi tim pakar pengabmas yang terdiri dari Dedi Mahyudin Syam, SKM., M.Kes., Ros Arianty, SST., MM., dan Ners Nurarifah, S.Kep., M.Kep.

Selain penyuluhan, kegiatan ini menekankan pelatihan praktik. Warga dilatih membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dan dedaunan kering yang banyak terdapat di lingkungan sekitar. Praktik ini menunjukkan bahwa sampah yang selama ini dibakar dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat.
Dalam sesi penyuluhan yang berlangsung interaktif, warga diberikan pemahaman mengenai dampak membakar sampah di lingkungan permukiman. Diskusi berkembang tidak hanya pada ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tetapi juga risiko penyakit kronis akibat paparan asap beracun jangka panjang, seperti kanker, gangguan paru-paru, hingga penyakit jantung.
“Melalui pendekatan kesehatan lingkungan dan keperawatan, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa kebiasaan membakar sampah bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi ancaman langsung bagi kesehatan, termasuk bagi anak-anak,” jelas tim pengabmas.
Sebagai bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Investasi Kemitraan.
Tim pengabmas secara simbolis menyerahkan fasilitas pendukung pengelolaan sampah mandiri kepada pihak kelurahan dan warga, berupa bag compost (kantong kompos) dan cairan aktivator EM4 untuk mempercepat proses pengomposan. Selain itu, diserahkan pula media promosi kesehatan seperti booklet, leaflet, dan banner yang dipasang di area kelurahan sebagai pengingat keberlanjutan program.
Program PPDM ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat Mamboro Barat. Dengan keterampilan dan fasilitas yang tersedia, warga diharapkan mampu mengelola sampah dari sumbernya, mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk, serta mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan bebas dari polusi asap pembakaran. */JEF






