Toya Languages Institute Cetak 43 Calon Translator di Palu

PALU, MERCUSUAR – Menandai satu dekade kiprahnya di dunia pendidikan, Toya Languages Institute kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pionir pengembangan bahasa asing di Kota Palu.

Bekerja sama dengan Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), lembaga ini memulai rangkaian pembekalan magang bagi 43 putra-putri daerah Sulteng di Gedung Pogombo, Kompleks Kantor Gubernur, Senin (13/4/2026).

Peserta yang tergabung dalam Angkatan ke-2 Program Profesi 1 Tahun Bahasa Mandarin ini, diproyeksikan menjadi tenaga translator profesional yang siap mengisi kebutuhan industri strategis di wilayah Sulteng dan sekitarnya.

Pimpinan Toya Languages Institute, Supriadi mengungkapkan, capaian 10 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran sumber daya manusia lokal.

“Kami berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kerja yang kompetitif. Ke-43 calon translator ini telah melalui proses pendidikan intensif dan kini saatnya dibekali kesiapan mental serta teknis, sebelum terjun ke dunia kerja,” ungkapnya.

Sinergi dengan HILLSI Sulteng dalam kegiatan ini juga mempertegas standar kualitas pelatihan yang dijalankan, sekaligus memastikan lulusan Toya Languages Institute memiliki kompetensi yang diakui secara nasional dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Sementara itu, Ketua DPD HILLSI Sulteng, Budiman Jaya Ashari mengatakan, kegiatan pembekalan yang berlangsung mulai 13 hingga 17 April 2026 ini mencakup materi etika profesi penerjemah, penguasaan kosakata teknis industri (vokasional), hingga simulasi kerja lapangan.

Pemilihan Gedung Pogombo sebagai lokasi kegiatan turut menghadirkan suasana formal, sekaligus memberikan motivasi tambahan bagi para peserta, mengingat peran mereka ke depan akan sangat krusial dalam menjembatani komunikasi antara pihak lokal dan investor asing, khususnya di sektor industri yang berkembang pesat di Sulawesi Tengah.

Sepuluh tahun berkiprah, Toya Languages Institute terus membuktikan, putra-putri daerah mampu bersaing di tingkat global melalui penguasaan bahasa asing yang mumpuni. */JEF

Pos terkait