PALU, MERCUSUAR – Universitas Gadjah Mada bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Sulawesi Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi UGM dan Kagama Sulawesi Tengah” di Hotel Santika Palu, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus Kagama pusat dan daerah, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Gubernur Sulawesi Tengah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Inspektur Inspektorat Daerah Sulteng, Dr. Fahrudin Yambas, M.Si., menyampaikan, FGD menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemikiran akademik, pengalaman profesional alumni, dan kebutuhan pembangunan daerah.
“Sinergi dengan perguruan tinggi, khususnya UGM, serta peran aktif Kagama sebagai komunitas intelektual sangat relevan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, menaruh harapan besar pada kolaborasi ini untuk mendukung program unggulan 9 Berani, khususnya Berani Cerdas, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menegaskan kontribusi nyata Kagama dalam pembangunan daerah, termasuk keterlibatan dalam penanganan dan pemulihan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Sinergi UGM dan Kagama merupakan bentuk kontribusi konkret alumni dan kampus dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat reputasi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Kagama Sulawesi Tengah, Prof. Dr. Muhammad Anshar Pasigai, M.P., menyampaikan bahwa Kagama telah hadir dan berperan aktif di Sulawesi Tengah sejak 1990-an.
“FGD ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi melahirkan kolaborasi nyata antara alumni, kampus, dan pemerintah daerah untuk pembangunan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
FGD ini diharapkan menghasilkan gagasan strategis dan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan pengabdian. */JEF






