LERE, MERCUSUAR — Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, menegaskan tiga tugas utama yang harus menjadi fokus perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk UIN Datokarama.
Hal itu disampaikan dalam pemaparan virtual pada rapat kerja UIN Datokarama, Kamis (9/4/2026), yang mengusung tema penguatan distingsi kelembagaan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, tugas pertama adalah memastikan proses transfer pengetahuan berjalan optimal. Ia menekankan peran dosen dan pimpinan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
“Tugas utama dosen adalah mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa secara konsisten dan berkualitas,” ujarnya.
Fokus kedua adalah pengembangan keilmuan, khususnya integrasi antara studi Islam dan ilmu umum. Ia menilai pengembangan ini masih berjalan lambat di sejumlah PTKIN, baik dalam aspek pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta pimpinan perguruan tinggi untuk mendorong dosen lebih aktif mengembangkan keilmuan.
“Pengembangan ilmu bukan pilihan, tetapi keharusan bagi akademisi,” tegasnya.
Sementara itu, tugas ketiga adalah pembangunan karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dengan menanamkan nilai hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
“Penguatan karakter harus dilakukan secara terus-menerus dan menjadi bagian utama pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian Agama akan terus mendukung upaya penguatan akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan PTKIN, termasuk UIN Datokarama. */JEF






