LERE, MERCUSUAR — Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mulai menyusun program strategis tahun anggaran 2027 dengan menekankan penguatan identitas akademik (distingsi) dan peningkatan mutu pendidikan.
Penyusunan ini dibahas dalam rapat kerja bertema penguatan distingsi kelembagaan menuju Indonesia Emas 2045, yang melibatkan sepuluh komisi dari tingkat universitas hingga unit pelaksana teknis.
Wakil Rektor Bidang AUPK, Prof. Hamlan, menegaskan bahwa langkah ini diarahkan untuk mempercepat posisi UIN Datokarama sebagai pusat integrasi ilmu pengetahuan berbasis nilai keislaman.
“Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi upaya akselerasi untuk memperkuat posisi akademik kampus,” ujarnya.
Fokus utama program mencakup penguatan mutu akademik, peningkatan daya saing lulusan, serta penyelarasan dengan program prioritas Kementerian Agama.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Hamka, menekankan pentingnya ciri khas kampus agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain.
“Salah satu penguatan yang menjadi pembeda adalah Islamic Studies,” katanya.
Selain itu, peran Ma’had Aljamiah dan konsep Mutiara Keilmuan juga didorong sebagai fondasi utama dalam membangun identitas kelembagaan.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Faisal Attamimi, menyebut program beasiswa akan diarahkan untuk mendukung strategi tersebut, termasuk melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi mahasiswa di program studi unggulan.
Hasil pembahasan dari seluruh komisi akan difinalisasi dalam rapat kerja sebagai dasar implementasi program dan penganggaran tahun 2027. */JEF






