Unismuh Palu MoU Dengan SDN Madani

  • Whatsapp
UNismuh

PALU, MERCUSUAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu akan kedatangan dua orang mahasiswa dari Filipina. Dua orang mahasiswa tersebut akan melakukan praktek mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Madani Palu.

Untuk itu, sebagai Perguruan Tinggi yang akan menerima dua orang mahasiswa tersebut, Unismuh Palu melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SDN Madani Palu, agar bersedia memberikan ruang kepada dua orang mahasiswa tersebut mengajar di SDN Madani Palu.

Berita Terkait

Penandatangan MoU tersbebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (28/7/2018), dengan disaksikan oleh ratusan orang tua siswa SDN Madani Palu.

Pilihan Redaksi :  Warga Pantoloan Diminta Menggarap Lahan Tidur

Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Palu, Fikriani A. Omolu mengatakan, program tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), pada bulan Maret 2018 lalu. Program SEA Teacher ini memberikan kesempatan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang tergabung dalam SEAMEO, untuk melakukan praktek mengajar sebagai guru di negara-negara ASEAN.

“Program SEA Teacher merupakan salah satu projet SEAMEO untuk memberikan peluang  bagi mahasiswa jurusan kependidikan dari perguruan tinggi di Asia Tenggara untuk mengajar di negara-negara ASEAN. Jadi kami mengikuti programnya, ada dua orang mahasiswa Unismuh yang juga dikirim ke Thailand, maka kami juga harus menerima mahasiswa yang akan melaksanakan praktek mengajar di Indonesia,” katanya, Sabtu, (28/7/2018).

Pilihan Redaksi :  Pj Sekdaprov Buka Sidang Tim PIPA

Dia menuturkan, pertukaran mahasiswa ini yang pertama kalinya dilaksanakan Unismuh. Sementara, SEAMEO sendiri telah melaksanakannya sebanyak enam kali program ini. Lanjutnya, syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mengikuti pertukaran tersebut yaitu, mahasiswa yang bersangkutan merupakan mahasiswa FKIP, kemudian bisa berbahasa Inggris.

Pendanaan program ini, kata dia, dibiayai oleh universitas masing-masing yang terlibat. Jadi, untuk mahasiswa Unismuh yang dikirim ke Thailand itu dibiayai oleh Unismuh, tetapi ketika sampai di Thailand semua pembiayaan didanai oleh perguruan tinggi yang menerima mereka.

Tujuan dari program ini, kata dia, mempersiapkan calon-calon guru yang berpengalaman dan berkualitas internasional. Sebab, melalui program ini mereka dapat memiliki pengalaman mengajar secara internasional, serta dapat memahami karakter siswa yang berbeda antar suku dan Negara. UTM

Pilihan Redaksi :  Terima Kunjungan M1G, Farid Podungge: Mari Kita Jaga Silaturahmi Sesama Anak Bangsa

 

Baca Juga