
PALU, MERCUSUAR – Setelah menyelesaikan tahapan jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Universitas Tadulako (Untad) membuka penerimaan mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Penerimaan mahasiswa baru jalur SNBT dimulai pada 23 Maret hingga 14 April 2023.
Demikian dikatakan Wakil Rektor Untad bidang Akademik, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum, pada konferensi pers terkait sistem penerimaan mahasiswa baru, yang digelar pada Selasa (28/3/2023), bertempat di Gedung Rektorat Untad. Menurut Dr. Lukman, SNBT gelombang I akan dilaksanakan pada 8 – 14 Mei 2023 dan gelombang II pada 22 – 28 Mei 2023. Adapun pengumuman hasil SNBT dilakukan pada 20 Juni 2023.
Dr. Lukman menjelaskan, materi tes SNBT mencakup tiga aspek. Pertama, Tes Potensi Skolastik (TPS), untuk mengukur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Dalam TPS yang akan diuji adalah Kemampuan Penalaran Umum, Kemampuan Kuantitatif, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis. Kemampuan Kuantitatif akan mencakup Pengetahuan dan Penguasaan Matematika Dasar.
Kedua, Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, untuk mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia, agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Ketiga, Penalaran Matematika, untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT, yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan, pelaksanaan ujian SNBT nanti akan dilaksanakan di Untad secara keseluruhan, tidak lagi menumpang di sejumlah sekolah, seperti penerimaan mahasiswa baru sebelumnya. Pihak Untad kata dia, telah menjajaki kerja sama dengan Telkom University, terkait hal tersebut.
“Kami juga mengupayakan agar ujian jalur seleksi mandiri juga tidak lagi dilaksanakan secara manual, namun berbasis komputer, agar hasilnya bisa langsung dilihat setelah selesai ujian,” ujarnya. JEF