PALU, MERCUSUAR — Universitas Tadulako menerima hibah 3.048 buku dari Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan internasional.
Koleksi tersebut mencakup berbagai literatur strategis, termasuk karya-karya terkait pemikiran Presiden Tiongkok Xi Jinping, seperti seri The Governance of China, serta buku yang membahas tata kelola negara, pembangunan ekonomi, dan hubungan internasional.
Rektor Untad, Prof. Amar, menyebut hibah ini sebagai langkah penting dalam memperkaya sumber belajar di lingkungan kampus.
“Buku-buku ini menjadi tambahan literasi yang penting bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus memperluas perspektif akademik,” ujarnya.
Secara akademik, koleksi ini dinilai memiliki nilai strategis karena membuka akses terhadap model pembangunan alternatif di luar paradigma Barat. Materi tersebut dapat dimanfaatkan dalam kajian ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hingga studi kawasan Asia.
Selain itu, literatur ini juga memberi ruang bagi analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan konteks Indonesia, khususnya dalam isu industrialisasi, tata kelola sumber daya, dan pembangunan daerah.
Untad menilai keberhasilan Tiongkok dalam pembangunan tidak lepas dari perencanaan jangka panjang, efisiensi birokrasi, serta kebijakan yang terstruktur dan konsisten—hal yang kini terdokumentasi dalam koleksi tersebut.
Ke depan, hibah ini diharapkan memperkuat posisi perpustakaan Untad sebagai pusat literasi multibahasa, sekaligus mendukung pengembangan riset yang lebih kontekstual dan berdaya saing.
Seluruh koleksi kini telah tersedia dan dapat diakses oleh sivitas akademika serta masyarakat umum melalui Perpustakaan Universitas Tadulako. */JEF






