Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai

  • Whatsapp
Vaksinasi Anak-d400c98b
VAKSINASI - Salah seorang peserta didik di SD Inpres 5 Birobuli, saat mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 pada saat pencanangan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun di kota Palu. FOTO : KARTINI NAINGGOLAN/MS

BIROBULI, MERCUSUAR – Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun di kota Palu, resmi dimulai, Rabu (19/1/2022). Pencanangan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan dibeberapa sekolah di Kota Palu, diantaranya dilaksanakan di SD Inpres 5 Birobuli.

Kepala SD Inpres 5 Birobuli, Dutri menyaksikan langung pelaksanaan vaksinasi bagi ana-anak yang bersedia mendapatkan vaksin dosis pertama. Tak sekedar menyaksikan, Kepala Sekolah juga memberikan semangat kepada anak-anak agar mereka tidak takut dan menangis saat di vaksin.

Berita Terkait

Dutri disela-sela kegiatan vaksinasi mengatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun merupakan langkah positif dari pemerintah dalam rangka melindungi anak dari COVID-19.

Sebelum dilaksanakan vaksinasi kata Dutri, pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Palu, puskesmas Mabelo Pura, Kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Pilihan Redaksi :  Pemkot Turunkan Satgas Atasi Kelangkaan Solar

Selanjutnya, pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada orang tua peserta didik pada Sabtu (15/1/2022), dan ternyata orang tua terlihat begitu antusias mengantarkan anaknya untuk di vaksin.

“Sebelumnya kami telah memberikan surat pernyataan bersedia atau tidak beredia di vaksin untuk orang tua peserta didik. Lebih dari setengah orang tua yang setuju anaknya di vaksin,”kata Dutri.

Menurutnya, ada beberapa orang tua yang sebelumnya tidak setujuh anaknya di vaksin, akhirnya langsung menyatakan anaknya siap di vaksin setelah mereka datang ke sekolah dan melihat proses vakinasi.

“Saya sangat mengapresiasi orang tua murid yang datang langsung mendampingi anaknya untuk di vaksin,” ujarnya.

Sementara untuk orang tua yang belum bersedia anaknya di vaksin kata Dutri, disebabkan beberapa alasan. Diantaranya, karena orang tua masih ragu-ragu mengingat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini baru dilaksanakan, ada juga karena anak masih dalam kondisi yang kurang sehat seperti demam, batuk flu, dan penyakit bawaan lainnya.

Pilihan Redaksi :  LPM  Poboya Minta Masyarakat Jaga Kamtibmas 

“Orang tua yang belum bersedia anaknya divaksin bukan karena tidak mau, tapi karena belum siap untuk vakin saat ini. Kemungkinan vaksinasi berikutnya orang tua sudah bersedia,” kata dia.

Di SD Inpres 5 Birobuli, ada 134 anak yang mendaftar untuk di vaksin, namun ada 14 anak yang ditunda pemberian vaksin, Sehingga jumlah keseluruhan peserta didik yang di vaksin di hari pertama pencanangan ada 120 orang.

Sementara itu, pada acara pencanangan vaksinasi COVID-19 pada anak di SDN 6 Palu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid meminta sekolah menggencarkan sosialisasi kepada para orang tua dan wali murid mengenai pentingnya vaksinasi bagi pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang aman dari penularan virus corona.

Pilihan Redaksi :  RDP Komisi V DPRD Sulteng,  Nelayan Usulkan Pemusnahan Buaya di Sungai Palu

Wali Kota juga meminta sekolah melaporkan data anak-anak yang memiliki penyakit peserta agar mereka bisa menjalani pemeriksaan khusus sebelum menjalani vaksinasi.

Wali Kota berharap, dengan vaksinasi lanjutan terhadap anak usia 6-11 tahun berjalan tanpa kendala, besar kemungkinan ke depan tidak ada lagi pembatasan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Wali Kota menekankan pentingnya dukungan semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19, termasuk dalam pelaksanaan vaksinasi.

Menurut data Dinas Kesehatan, vaksinasi COVID-19 sudah mencakup 90 persen dari total 265.462 orang yang menjadi sasaran vaksinasi di Kota Palu.

“Kami berharap semua pihak ikut terlibat menyukseskan program ini agar imunitas masyarakat kuat,” demikian Hadianto. TIN

Baca Juga