PALU, MERCUSUAR – Wakil Ketua IV KONI Sulawesi Tengah, Dr Hunaedi Latif menegaskan bahwa Musprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Sulawesi Tengah merupakan agenda rutin empat tahun sekali sekaligus kewajiban organisasi untuk memastikan keberlanjutan kepengurusan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Musprov penting bagi cabang olahraga untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan memenuhi persyaratan mengikuti kompetisi, termasuk Porprov. Tanpa Musprov, keikutsertaan cabang olahraga dalam ajang tersebut dapat terkendala dan hanya berstatus ekshibisi.
Humaedi yang hadir mewakili Ketum KONI Sulteng, Fathur Razaq pada musprov kick 9boxing tersebut mengapresiasi perkembangan KBI yang dinilai cukup pesat. Dalam kurun waktu sekitar lima tahun sejak dibentuk, KBI telah berkembang hingga memiliki 11 pengurus provinsi dan berpartisipasi dalam Porprov.
Ia membandingkan perkembangan tersebut dengan sejumlah cabang olahraga lain yang belum pernah berpartisipasi dalam Porprov, tetapi uniknya sudah tampil di PON.
Musprov II KBI Sulteng kata Haumedi diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kepengurusan di daerah, serta meningkatkan kualitas pembinaan atlet agar kick boxing dapat menjadi salah satu cabang olahraga andalan Sulawesi Tengah pada masa mendatang.
Sekum KBI Sulteng, Lesley Nelwan mengatakan saat ini, masih terdapat dua daerah yang belum memiliki pengurus kabupaten KBI, yakni Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepuluanan. Pembentukan kepengurusan di kedua daerah tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah untuk memperluas jangkauan pembinaan dan pencarian atlet potensial di Sulawesi Tengah. CLG






