Wali Kota: Guru Tua, Tokoh Sentral Pendidikan dan Islam Moderat

ali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama mantan Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, saat salat Ied di Lapangan Vatulemo, Senin (31/3/2025). FOTO: DOK HUMAS PEMKOT

TANAMODINDI, MERCUSUAR – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menegaskan, Habib Idrus bin Salim Aljufri, atau yang lebih dikenal sebagai Guru Tua, merupakan tokoh sentral dalam perjuangan pendidikan dan penguatan nilai-nilai Islam moderat di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu.
Menurutnya, Guru Tua tidak hanya mendirikan lembaga pendidikan Islam terbesar di kawasan timur Indonesia, tetapi juga mewariskan nilai-nilai keislaman yang toleran, sejuk, dan inklusif. Nilai-nilai tersebut hingga kini tetap menjadi fondasi kehidupan beragama di Kota Palu.
“Tak bisa kita pungkiri, Habib Idrus bin Salim Aljufri adalah sosok besar dalam perjuangan pendidikan sekaligus penguatan nilai-nilai agama yang moderat. Figur beliau sangat identik dengan Kota Palu dan telah menjadi simbol keberagamaan serta intelektualitas masyarakat daerah ini,” ujar Hadianto saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (1/4/2025).
Menanggapi munculnya sejumlah pernyataan yang dianggap merendahkan kehormatan Guru Tua, Hadianto mengajak masyarakat untuk tidak terpancing. Ia menilai tindakan tersebut hanya upaya segelintir pihak untuk mencari sensasi dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
“Jika ada orang yang berbicara hanya untuk mencari perhatian, saya kira itu tidak perlu kita respons. Justru jika ditanggapi, mereka akan merasa berhasil memancing reaksi. Lebih baik kita fokus pada hal yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Selain itu, Hadianto menyampaikan, Pemerintah Kota Palu terus berupaya memperjuangkan Guru Tua agar mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mewujudkan pengakuan resmi dari negara.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses ini berjalan sesuai harapan. Guru Tua telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan dakwah di Indonesia Timur. Karena itu, perjuangan menjadikan beliau sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasanya yang luar biasa,” kata Hadianto.
Ia berharap, upaya ini mendapat dukungan luas dari seluruh masyarakat Sulawesi Tengah. Menurutnya, Guru Tua bukan hanya tokoh Kota Palu, melainkan figur besar yang

Pos terkait