Wali Kota: Saya Difitnah!

  • Whatsapp

TANAMODINDI, MERCUSUAR-Wali Kota Palu, Hidayat merasa tercoreng namanya oleh bawahannnya sendiri yakni Direktur PDAM Palu, Kurniawansyah yang dianggap tidak pernah melaporkan atau menyampaikan kepadanya mengenai permasalahan orang-orang yang telah mencatut namanya dan keterlibatan sekelompok orang yang mengklaim sebagai tim sukses wali kota dan mengerjakan proyek di PDAM Kota Palu.

“Ini tidak betul, saya telah difitnah. Saya tidak pernah menyuruh tim sukses atau sekelompok orang  untuk minta proyek,”kata Hidayat, dihadapan Direktur PDAM Kota Palu, Rabu, (11 /7/2018).

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Desember, Bantuan UMKM Bakal Disalurkan

Hidayat sangat menyayangkan sikap dari Kurniawansyah yang tidak berkomunikasi dengan dirinya terkait orang-orang yang datang ke PDAM Palu dan mencatut namanya untuk meminta proyek. “Seharusnya kepala PDAM Palu konfirmasi ke saya,” katanya.

Selain itu, kata Hidayat, dirinya telah berulang-ulang menegaskan tidak ada istilah pinjam meminjam perusahaan dalam pelaksanaan suatu proyek pembangunan. “Harus yang punya perusahaan sendiri yang datang melaksanakan proyek atau ikut lelang dan tidak ada namanya tim sukses,” tegasnya.

Untuk itu, Hidayat pun langsung mempertanyakan kepada Kurniawansyah, perihal dirinya berani menerima kontraktor yang tidak memiliki atau meminjam perusahaan untuk mengerjakan proyek tersebut.

Hidayat menegaskan bahwa dirinya telah meminta kapolres Palu melalui tipikor untuk memeriksa dan menyelesaikan secara tuntas persoalan di PDAM Palu itu. “Tadi saya menelepon langsung Kepolres Palu agar memeriksa tuntas, jangan ada yang disembunyikan dalam mengusut persoalan di PDAM Palu ini,” katanya.

Pilihan Redaksi :  Aplikasi Mom’s Care, Raih Penghargaan Inovasi Cegah Stunting

Seperti diberitakan sebelumnya di media daring, portal sulawesi.com, pada 2017, PDAM Kota Palu mendapat suntikkan dana bansos sejumlah Rp.3.000.000.000. Dana yang  bersumber dari alokasi dana hibah pemerintah pusat itu, akan digunakan untuk pembuatan sambungan jaringan air minum dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)Kota Palu.

Dana Bansos tersebut dipecah menjadi 15 paket pekerjaan penunjukan langsung oleh rekanan PDAM Palu. Tetapi pekerjaan yang dilakukan rekanan tersebut diduga bermasalah, karena sebagian pemilik perusahaan yang mendapat pekerjaan tersebut tidak mengetahui perusahaannya mendapat pekerjaan paket tersebut. Artinya 15 paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh perusahaan pinjaman.

Kurniawansyah pun mengaku dirinya saat ini telah diperiksa oleh penyidik tipikor Polres Palu.“Kami memang dimintai keterangan terkait beberapa hal dalam pengelolaan PDAM ,termasuk penggunaan dana bansos Rp.3 milyar tahun 2017,untuk sementara tidak ada masalah,“ ujarnya. ABS

Baca Juga