PALU, MERCUSUAR – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menegaskan pentingnya Festival Raudhah sebagai momentum memperkuat nilai keagamaan dan pembangunan moral masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Wali Kota Palu dalam pembukaan Festival Raudhah, Sabtu malam (28/3/2026), di depan Masjid Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri.
Menurut wakil wali kota, Festival Raudhah yang menjadi bagian dari rangkaian Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Aljufri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna strategis dalam memperkuat karakter masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak untuk meneladani perjuangan Guru Tua, khususnya dalam menyebarkan syiar Islam di Tanah Kaili dan kawasan Indonesia Timur.
“Nilai-nilai perjuangan Guru Tua harus terus kita hidupkan, terutama dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya.
Wakil wali kota juga menegaskan, Pemerintah Kota Palu tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan moral dan akhlak masyarakat. Dalam hal ini, Alkhairaat dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu pilar utama.Festival Raudhah sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2010 dan menjadi agenda tahunan dalam menyemarakkan peringatan haul, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM, komunitas, serta berbagai pihak untuk memasarkan produk unggulan, sekaligus sebagai sarana edukasi dan promosi kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Utama Alkhairaat yang diwakili Ketua Yayasan Alkhairaat, Hamdan Rampadio, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palu atas dukungan yang terus diberikan terhadap pelaksanaan haul dan Festival Raudhah. JEF





