Kemenag Morowali Laksanakan PDWK Bagi Guru

PDWK-b945c425
FOTO: Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Metodologi Pembelajaran Bagi Guru di Lingkungan Kantor Kemenag Morowali, yang berlangsung di aula Kantor Kemenag Morowali, Senin (18/4/2022). FOTO: KEMENAG MOROWALI

BUNGKU, MERCUSUAR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Morowali, diwakili Kasubbag Tata Usaha, Abdul Manan, didampingi Kasi Bimais yang Juga Plt. Kasi Pendais, Muhtadi, membuka Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Metodologi Pembelajaran Bagi Guru di Lingkungan Kantor Kemenag Morowali, yang berlangsung di aula Kantor Kemenag Morowali, Senin (18/4/2022).

Ketua pantia, Irwan Muhamad, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan direncanakan selama enam hari, dimulai sejak 18 sampai 23 April 2022. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan pada proses pembelajaran, serta meningkatkan keahlian guru, agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan, sehingga peserta pelatihan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

Adapun sasaran dari pelatihan ini adalah, terdidik dan terlatihnya para peserta pelatihan, menjadi tenaga pengajar yang profesional, serta memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, sesuai dengan standar persyaratan.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Morowali, diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Abdul Manan, mengawali sambutannya menjelaskan, PDWK saat ini adalah yang kedua pada tahun 2022 di Kemenag Morowali. Olehnya, ucapan terima kasih kepada BDK Manado, yang telah berkenan melaksanakan kegiatan PDWK yang kedua saat ini.

Lebih lanjut, Manan mengajak peserta untuk bersyukur karena telah mendapat kesempatan yang sangat baik, yang mungkin tidak didapatkan di tempat yang lain,

Manan menjelaskan, pelatihan metodologi pembelajaran guru, bukanlah sesuatu yang baru, tetapi memerlukan penguatan dan penyesuaian lagi, sehingga ada pengembangan terhadap kondisi metode pemebelajaran, untuk bagaimana bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi saat ini.

Mengakhiri arahannya, Manan berpesan kepada peserta, untuk mengikuti kegiatan dengan baik, serta aktif dalam pelatihan. Di samping itu, juga menjadikan kedisiplinan menjadi hal yang terpenting, sehingga pelatihan ini benar-benar menjadi bermanfaat sesuai harapan,” tandasnya. */JEF

 

Pos terkait