MOROWALI, MERCUSUAR – Kabupaten Morowali masih berada di zona merah penyebaran COVID-19, walaupun terjadi peningkatan signifikan jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.
“Untuk zonasi, Morowali masih merah, belum ditetapkan sebagai zona hitam” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Morowali selaku juru bicara tim gugus COVID-19, Ashar Ma’ruf, Senin (23/11/2020)
Menurutnya, saat ini jumlah total terkonfirmasi positif COVID-19 di Morowali yang masih menjalani isolasi dan perawatan sebanyak 127 orang.
Tindakan yang telah dilakukan Dinkes dan tim gugus COVID-19 pada para itu, yaitu pemantauan dan pemeriksaan terhadap pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Petugas kesehatan memberikan nomor kontak person yang bisa dihubungi apabila kondisi pasien memburuk dan membutuhkan penanganan medis yang selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit untuk penaganan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain itu, petugas kesehatan juga memberikan edukasi serta memberikan asupan vitamin.
Ditanyakan mengenai anggaran yang disediakan Pemkab Morowali untuk recofusing COVID-19 di Morowali, Ashar Ma’ruf menjelaskan bahwa total anggaran pencegahan dan penanganan COVID-19 yang digunakan dari bulan Maret sampai saat ini adalah untuk membayar akomodasi petugas di lapangan, termasuk posko dan yang turun pemantauan, BHP dan pengiriman swab. “Untuk lebih jelasnya, nanti langsung berkoordinasi langsung ke Dinas Keuangan Daerah Kabupaten Morowali,” imbaunya.
Untuk jasa tenaga medis utamanya tim gugus tugas COVID-19 di puskesmas, sambungnya, menggunakan dana BTT dan sudah terselesaikan. Sementara untuk tenaga medis di RSUD menggunakan dana BOK tambahan, serta sudah terselesaikan sampai bulan Oktober 2020.
Dia juga menyebutkan jumlah ASN dan honorer yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Morowali sebanyak 50 orang.
Sementara, anggota DPRD Morowali yang terkonfirmasi positif dua orang dan saat ini masih menjalani isolasi di rumah, sedangkan empat orang lainnya masih menunggu hasil swab. BBG