BUNGKU, MERCUSUAR – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah, akan menyalurkan bantuan mesin panen padi berteknologi tinggi. Bantuan tersebut akan diberikan secara simbolis hari ini, Rabu (28/7/2021), di halaman Dinas Pertanian, yang dihadiri perwakilan petani dan penyuluh serta Bupati dan Wabup Morowali.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Morowali, Abdul Muttaqin, Selasa (27/7/2021) menjelaskan, bantuan itu diberikan untuk mendukung kegiatan pasca panen petani di Morowali.
“Selama ini petani kita masih mengalami keterbatasan mesin panen. Sehingga selama ini, petani kita masih bergantung pada mesin-mesin yang sengaja didatangkan dari luar daerah,”kata Muttaqin.
Sayangnya, hal itu malah membuat ongkos produksi pasca panen semakin mahal. Untuk per zak, petani umumnya dibebani Rp 17-20 ribu per zak. Hal itu malah akan membebani petani, karena harus mengeluarkan sejumlah ongkos produksi. Kondisi itulah yang dilihat Bupati Morowali.
“Kalikan saja, kalau satu hektare itu biasanya hasilnya 100 zak. Kalau 100 zak ada 50 kilo dan satu zak Rp 20 ribu berarti berapa biaya yang harus keluar oleh petani?,”katanya lagi.
Dengan bantuan mesin yang sengaja dibeli dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Morowali itu, bisa mengurangi beban ongkos produksi yang dikeluarkan petani pasca panen. Dari hitung-hitungan Dinas Pertanian, dengan mesin yang dibeli Pemda, petani cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 7.500 per zak.
“Sehingga ada rens penurunan biaya per zak. Terus biaya lainnya akan disubsidi Pemda. Termaksud di dalamnya biaya operasional seperti operator, bahan bakar dan biaya lain-lainnya,”ujar dia.
Ke depan, Bupati Morowali berkomitmen, seluruh pembiayaan itu disubsidi daerah. Sehingga petani hanya tahu menanam tanpa berpikir bagaimana harus panen. Dengan alat tersebut diharapkan bisa menjawab kebutuhan petani.
“Ini yang menjadi komitmen Bupati. Bahkan ke depan, mesinnya akan ditambah lagi menjadi 20 unit dengan begitu bisa menghendel kurang lebih 5000 hektare lahan pertanian. Semoga terealisasi. Kita doakan saja,”ujarnya.
Mesin berteknologi tinggi itu yakni combine harvester dengan spesifikasi moderen. Tahan terhadap kondisi lumpur pada sawah-sawah ekstrim. Kemudian untuk kemampuan beban memanen dalam satu hektare waktunya lebih cepat dibandingkan mesin pada umumnya.
“Mesin ini kisaran memanennya satu sampai satu setengah jam. Jadi jauh lebih cepat dibandingkan yang lain. Karena itu pak bupati melalui APBD mengadakan alat ini,” tambah Muttaqin.
Khusus tenaga operator akan diambil dari petani sendiri. Perusahaan penyedia alat itu Kubota akan melakukan pelatihan terhadap operator dalam mengoperasikan alat tersebut. Sehingga alat itu bisa tahan lama dan terpelihara. INT