Warga Keluhkan Harga Elpiji, Bupati Siapkan Pasokan dari Kendari

Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, saat menghadiri GPM di Kecamatan Menui Kepulauan, Minggu (11/10/2026). FOTO: IST.

MOROWALI, MERCUSUAR – Mahalnya harga dan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram menjadi persoalan yang dikeluhkan warga Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali. Gas bersubsidi itu kini harus ditebus dengan harga mencapai Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per tabung, bahkan lebih.

Kondisi tersebut membuat warga harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Tak sedikit ibu rumah tangga yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar karena elpiji sulit ditemukan, sementara harga yang ditawarkan dinilai memberatkan.

Keluhan itu disampaikan Norma, salah seorang warga Menui Kepulauan, bersama sejumlah ibu rumah tangga lainnya. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar elpiji 3 kilogram tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar sulit mendapatkan gas, tetapi juga menyangkut bertambahnya beban pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau gas sulit didapat dan harganya mahal, kami terpaksa memasak menggunakan kayu. Kami berharap ada solusi supaya elpiji mudah didapat dan harganya tidak terlalu tinggi,” ungkap Norma, yang diamini sejumlah ibu rumah tangga lainnya, baru-baru ini.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf menyatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan pasokan elpiji 3 kilogram di wilayah kepulauan itu.

Salah satu yang direncanakan adalah mendatangkan elpiji dari Kendari, Sulawesi Tenggara, serta menyiapkan pangkalan di Menui Kepulauan, agar distribusinya dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik.

“Insyaallah tahun ini, 2026, sudah terealisasi. Elpiji 3 kilogram nantinya akan diambil dari Kendari dengan menyiapkan pangkalan di Menui Kepulauan,” ujar Iksan kepada wartawan, di sela-sela pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Menui Kepulauan, Minggu (11/10/2026).

Ia menjelaskan, rencana tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Wali Kota Kendari untuk membahas perizinan pasokan elpiji dari Kendari ke Menui Kepulauan. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai kuota elpiji bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Kita akan berkoordinasi dengan Wali Kota Kendari, agar pasokan ke Menui mendapatkan izin dari pemerintah kota. Termasuk dengan pihak terkait, kita koordinasikan agar mendapatkan kuota elpiji 3 kilogram,” jelasnya.

Menurut Iksan, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjawab kesulitan yang selama ini dirasakan masyarakat, terutama terkait ketersediaan gas untuk kebutuhan rumah tangga.

“Ini upaya kita mengatasi kesulitan elpiji yang dirasakan masyarakat. Insyaallah tahun ini sudah terealisasi,” tegasnya.

Rencana mendatangkan pasokan dari Kendari dan menyiapkan pangkalan di Menui Kepulauan diharapkan menjadi solusi untuk memperbaiki distribusi elpiji di wilayah tersebut. Dengan pasokan yang lebih terjamin, masyarakat diharapkan tidak lagi kesulitan mencari gas maupun terbebani harga yang jauh di atas ketentuan.

Namun, realisasi rencana tersebut masih memerlukan koordinasi terkait perizinan dan kuota. Karena itu, kepastian pasokan serta keberadaan pangkalan resmi menjadi hal penting agar elpiji bersubsidi benar-benar dapat diakses oleh masyarakat yang berhak.

Bagi warga Menui Kepulauan, harapan mereka sederhana: gas tersedia saat dibutuhkan dan dapat dibeli dengan harga sesuai ketentuan. Sebab, kebutuhan memasak merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang tidak semestinya terus dibayangi kelangkaan dan mahalnya harga.

“Kita berharap upaya ini bisa segera terealisasi, sehingga masyarakat Menui Kepulauan tidak lagi kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram dan dapat membeli gas dengan harga yang terjangkau,” demikian harapan warga. TAR

Pos terkait