JAKARTA, MERCUSUAR — Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam rapat paripurna yang digelar pada Kamis (9/4/2026).
Dody menggantikan KH Chriswanto Santoso yang sebelumnya memimpin pada periode 2021–2026. Chriswanto tidak kembali dicalonkan karena alasan kesehatan.
Usai ditetapkan, Dody menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusan baru akan difokuskan pada konsolidasi internal di tingkat DPP. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dan kontribusi LDII tetap berjalan selama masa transisi kepemimpinan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kerja organisasi sebagaimana pesan dari kepemimpinan sebelumnya.
“Seperti pesan Bapak KH Chriswanto untuk terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk,” ujarnya.
Selain konsolidasi di pusat, Dody menyoroti perlunya sinkronisasi gerak organisasi hingga ke tingkat daerah. Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC, berjalan searah agar program LDII dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
“Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” katanya.
Dalam arahannya, Dody juga mendorong penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai kolaborasi program dengan instansi pemerintah penting, terutama untuk mendukung agenda pembangunan.
Di samping itu, ia membuka peluang kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan lain maupun pihak-pihak terkait, sepanjang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dody juga menyoroti masih adanya kegiatan warga LDII yang belum terorganisasi secara formal di tingkat PC atau PAC. Ia mendorong agar kegiatan tersebut dapat dikemas lebih baik dan kreatif sehingga menjadi bagian dari program resmi organisasi.
Lebih lanjut, Dody mengingatkan bahwa kepengurusan LDII merupakan amanah besar yang membutuhkan kerja kolektif. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja sama dalam menjalankan program organisasi.
“Organisasi ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang besar dan berat. Mari kita bersama-sama bekerja sama, bahu-membahu dalam mengeksekusi dan mengejawantahkan itu semua,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dody juga menyampaikan apresiasi kepada KH Chriswanto Santoso beserta seluruh jajaran pengurus sebelumnya. Ia menilai dedikasi dan komitmen Chriswanto telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan LDII.
“Terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini. Leaders don’t create followers, they create more leaders,” katanya.
Sebagai penutup, Dody menegaskan komitmennya untuk membawa LDII mencapai kinerja terbaik pada periode kepemimpinannya. */JEF






