PALU, MERCUSUAR – Pelatih kepala Labuan Beru FC U17, Coach Ken, mengungkapkan sejumlah kendala yang membuat timnya kalah telak 0-5 dari Bomber FC U17 pada lanjutan Grup B Piala Soeratin U17 Seri Nasional 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Minggu (18/10/2026).
Ken menjelaskan, absennya lima pemain inti akibat akumulasi kartu kuning serta cedera yang dialami tiga pemain utama menjadi faktor yang memengaruhi penampilan timnya saat menghadapi Bomber FC.
Menurutnya, akumulasi kartu kuning tersebut berlaku sejak pertandingan Zona 7 di Manado hingga laga awal putaran nasional melawan Persetala Kalimantan Selatan. Kondisi itu membuat Labuan Beru tidak dapat tampil dengan kekuatan terbaiknya.
“Lima pemain inti kami terkena akumulasi kartu kuning sehingga tidak bisa bermain dalam satu pertandingan. Ditambah lagi, tiga pemain inti mengalami cedera. Kondisi ini membuat penampilan tim tidak konsisten saat menghadapi Bomber FC,” jelas Ken kepada Mercusuar saat dihubungi usai laga.
Meski menelan kekalahan telak, pelatih yang membawa Labuan Beru menjuarai Zona 7 tersebut berupaya membangkitkan timnya untuk menghadapi pertandingan terakhir Grup B melawan wakil Papua Barat.
Ken berharap Labuan Beru dapat tampil lebih maksimal dengan komposisi pemain yang kembali lengkap. Lima pemain yang sebelumnya absen akibat akumulasi kartu kuning sudah dapat kembali bermain, sementara pemain yang mengalami cedera juga dilaporkan telah pulih dan siap diturunkan.
Dengan kembalinya para pemain inti, Ken berusaha memastikan Labuan Beru tampil habis-habisan demi menutup fase grup dengan hasil lebih baik.
Sebelumnya, pada pertandingan perdana Grup B, Alfitra dan kawan-kawan juga harus mengakui keunggulan Persetala Tanah Laut dengan skor 1-3.
Dua kekalahan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Labuan Beru untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya pada laga terakhir, sekaligus menjaga asa menutup kiprah di fase grup dengan hasil positif. CLG






