Bawa Timnya Juara LTS, Viki Kalalo Terus Matang Bersama Akademi Persipal U14

Viki Kalalo berusaha melewati lawannya pada grand final Liga Topskor Zona Palu, Minggu (15/2/2026). FOTO: ISSRIN ASSEGAF/MS

PALU, MERCUSUAR– Nama Viki Jerome Kalalo menjadi bagian dalam perjalanan gemilang Akademi Persipal U14 menjuarai Liga TopSkor Zona Palu musim 2025/2026 yang berakhir pada Minggu (15/2/2026) lalu.
Pemain yang kini beroperasi sebagai gelandang serang itu menjadi bagian penting dari skuad muda Laskar Tadulako dalam meraih prestasi beruntun di level usia dini.
Viki merupakan pemain pindahan dari Tadulako Soccer School yang kemudian berkembang pesat sejak bergabung bersama Akademi Persipal U14. Bersama tim tersebut, ia sukses mengantar Persipal muda menjuarai Piala Soeratin 2025 serta Liga TopSkor 2026, menjadikannya salah satu talenta potensial di lini tengah.


Pelatih Persipal U14, Abdul Hafid bilang sepanjang gelaran Liga TopSkor musim ini, kontribusi Viki juga terbilang cukup konsisten. Dari total 11 pertandingan Persipal sejak fase penyisihan grup hingga grand final, Viki tampil sebagai starter dalam 8 laga dan tiga kali masuk sebagai pemain pengganti. Bahkan pemain bernomor punggung 14 tersebut turut menyumbang satu gol dan satu assist dalam perjalanan tim meraih gelar juara.
Abd Hafid, mengungkapkan perkembangan Viki terlihat signifikan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Menurutnya, Viki awalnya beroperasi di sektor sayap, tepatnya pada posisi 7 dan 11. Namun setelah melihat kemampuan teknik serta visi bermain yang dimiliki, tim pelatih mencoba menggesernya ke lini tengah.
“Dia berkembang dari match ke match. Secara kemampuan cukup baik, hanya saja Viki masih perlu meningkatkan kepercayaan dirinya di lapangan,” ujar Hafid.
Pada partai final Liga TopSkor yang digelar di Stadion Gawalise, Viki dipercaya tampil sebagai starter. Meski demikian, ia hanya bermain selama 20 menit sebelum ditarik keluar. Hafid menilai anak asuhnya tersebut sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan atmosfer pertandingan di stadion berstandar nasional itu.
“Viki mungkin terlihat kaget dengan ukuran lapangan yang lebih besar, sehingga sempat keteteran dalam mengimbangi tempo permainan,” tambahnya.
Sementara itu, ibunda Viki, Ludyana, menilai capaian yang diraih putranya sejauh ini belum bisa disebut sebagai prestasi, meskipun telah dua kali membawa Persipal U14 meraih gelar juara.
“Bagi kami, ini belum prestasi. Saya hanya berharap Viki selalu diberikan kesehatan dan terhindar dari cedera agar bisa terus bermain dan berkembang,” ujarnya.
Kendati demikian, performa Viki sepanjang musim tetap menjadi bagian dari kontribusi penting dalam keberhasilan Akademi Persipal U14 mengunci gelar Liga TopSkor Zona Palu musim ini. Dengan usia yang masih sangat muda, peningkatan mental bertanding diyakini akan menjadi kunci bagi perkembangan permainan Viki di masa mendatang. CLG

Pos terkait