YOGYAKARTA, MERCUSUAR – Timnas Indonesia U16 tahun baru saja merebut juara di turnamen Asean Football Federation (AFF) Cup U16 setelah di babak final mengalahkan Vietnam U16, Jumat (12/8/2022) lalu.
Permainan Sepak bola remaja-remaja berprestasi dari penjuru tanah air ini menghadirkan tontonan menarik dalam skema taktikal pelatih Bima Sakti.
Meski menghadirkan juara, namun Bima Sakti meminta anak-anak didiknya tetap membumi. Karena menurutnya AFF Cup U16 ini bagian dari proses menuju event selanjutnya, yakni babak kualifikasi Asian Cup U17 2023.
Mercusuar berkesempatan melakukan wawancara kepada Bima Sakti sesaat sebelum skuad merah putih kembali menuju Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, pelatih kelahiran Balikpapan ini meminta pelatih- pelatih di daerah terus semangat dalam membina pemain-pemain muda. Karena, kata dia, sukses Timnas U16 tak lepas dari peran pelatih di Sekolah Sepak bola (SSB) yang ada di daerah.
“Yang pasti pesan saya kepada pelatih tetap semangat melakukan pembinaan SSB di daerah. Dan anak-anak terus berlatih dengan tekun dan semangat karena mereka punya kesempatan yang sama (jadi pemain timnas), yang penting tetap disiplin, punya cita-cita untuk meraih juara, kerja keras dan ibadah harus dijaga,” ujar Bima Sakti kepada Mercusuar di UNY Yogyakarta, Minggu (14/8/2022).
Meski timnas usia muda tanpa diperkuat lagi pemain Palu sepeninggal Witan Sulaeman yang sudah naik tingkat ke level senior, Bima Sakti tetap berharap kedepannya Palu melahirkan lagi Witan Sulaeman baru.
“Tidak tertutup kemungkinan kedepannya, semua saya berikan kesempatan dari daerah mana saja, termasuk Palu. Saya tidak melihat dari darah mana dia, yang pasti berprestasi dan punya kualitas dan sesuai kriteria, ” tegas pelatih 46 tahun ini.
“Yang pasti postur tubuh minimal tinggi 175, kecuali di beberap posisi tertentu seperti di posisi sayap,” tutupnya. CLG