Binpres TI Sulteng: Target Medali Harus Diikuti Kuota Atlet

Salah satu momen tim Poomsae Sulteng di PON Papua 2021 yang berhasil meraih medali perak. FOTO : ISSRIN ASSEGAF/MS

PALU, MERCUSUAR– Kabid Binpres Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sulawesi Tengah, Muhammad Nur Pasau, menegaskan bahwa kunci meraih medali sebanyak mungkin pada PON 2028 adalah dengan meloloskan sebanyak mungkin atlet melalui jalur kualifikasi.

Hal tersebut disampaikannya saat rapat koordinasi antara KONI Sulawesi Tengah bersama 19 cabang olahraga unggulan, yang digelar belum lama ini.

Menurutnya, strategi utama yang harus dilakukan oleh setiap pengurus provinsi cabang olahraga adalah memperbanyak jumlah atlet yang lolos ke babak kualifikasi PON 2027.

“Kalau ingin meraih banyak medali, maka harus meloloskan sebanyak mungkin atlet. Itu kuncinya,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, KONI Sulteng juga mencanangkan target ambisius pada PON 2028, yakni meraih 30 medali emas dan menembus peringkat 10 besar nasional.

Untuk mencapai target itu, masing-masing cabang olahraga diminta menjabarkan program latihan jangka menengah selama periode 2026 hingga 2028.

Selain itu, Muhammad Nur Pasau menjelaskan pentingnya rasio kelolosan atlet dalam kualifikasi. Ia menyebut perbandingan ideal adalah 1:2, artinya jika target empat medali, maka minimal harus meloloskan delapan nomor atau kelas pertandingan.

“Jika target empat medali, maka harus diupayakan minimal delapan kelas atau nomor yang lolos ke PON. Dengan begitu peluang meraih medali semakin besar,” jelasnya.

Proses seleksi atlet, kata MN Pasau akan dilakukan secara bertahap, mulai dari kejuaraan daerah (Kejurda), kejuaraan nasional (Kejurnas), hingga terbentuknya tim inti melalui ajang Porprov 2027 di Morowali, sebagai persiapan menuju babak kualifikasi PON 2027.

Ia juga mendorong agar KONI Sulteng segera memulai program pemusatan latihan daerah (puslatda) guna memaksimalkan persiapan atlet sejak dini.

Dengan strategi tersebut, diharapkan Sulawesi Tengah mampu bersaing dan mencapai target yang telah ditetapkan pada PON 2028 mendatang. CLG

Pos terkait