PALU, MERCUSUAR – Caroline Lingit, Karateka putri Kota Palu menyita perhatian para dewan juri di kejuaraan olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di hotel Santika Palu, Selasa (5/7/2022). Siswi SMA 2 Palu ini mendapat nilai paling tinggi oleh para juri sehingga berhak mendapat medali emas di nomor Kata Perorangan putri dengan mengalahkan Fauza Rahmadani Romu (Poso), Cindi Amalia Regita (Balut), Vicenzia Laura Ba’ka (Morowali) dan Fauzia Az-Zahra (Tolitoli).
Latihan keras yang dijalani Caroline selama satu bulan menjelang kejuaraan O2SN ini berbuah manis. Hasil tersebut juga membuat cewek manis ini menargetkan bisa tampi memperkuat Kota Palu di Porprov Banggai tahun ini.
“Puji Tuhan, latihan selama sebulan tak menghianati hasil dan target saya semoga bisa main di Porprov dulu,” ujar Caroline kepada wartawan di sela-sela kejuaraan.
Caroline yang mendapat medali perunggu di turnamen Wadokay Day belum lama ini mengaku belum mau pacaran. “Belum bisa pacaran dan dilarang papa, fokus belajar dulu dan kalau lulus SMA mau kuliah di Untad,” ujar Caroline.
Kendati demikian, Samuel Lingit, ayah dari Caroline Lingit mengaku belum puas dengan capaian putrinya.
“Saya support dan saya latih sendiri Caroline, saya memang orang Karate dan saya yang latih sendiri di rumah kalau ada waktu, karena kesibukan saya berdinas di Denpom,” ujar Samuel .
Samuel menambahkan bahwa dahulu dirinya memberikan pilihan (olahraga) pada Caroline. “Saya tak pernah paksa olahraga prestasi yang mereka pilih. Tapi, mereka suka Karate dan maunya papanya sendiri yang latih,” ujar Samuel yang memegang sabuk Dan IV Gabdika Sitoriyukai.
“Harapan saya anak-anak bisa lebih baik karena saya sendiri belum puas dengan hasil selama ini. Kalau saya malah ingin anak-anak saya juara di tingkat nasional,” tutupny. CLG