Dari Sepak Bola Menjadi TNI untuk Sepak Bola

Risky, Agung, dan Julian tiga pilar tim Colony FC. FOTO : ISSRIN ASSEGAF/MS

PALU, MERCUSUAR – Sepak bola menjadi jalan bagi tiga pemain Colony FC untuk menggapai cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Ketiganya yakni Agung Indrajaya, Julian, dan Moh Riski, memiliki latar belakang sebagai atlet sepak bola sebelum akhirnya lolos seleksi dan menjadi prajurit TNI AD.

Ketiganya turut memperkuat Colony FC pada Piala Pangdam XXIII Palaka Wira 2026. Namun, langkah Colony FC harus terhenti di babak 16 Besar setelah kalah 0-1 dari AKL88 FC di Lapangan Faqih Rasyid Palu, Kamis (27/8/2026).

Agung Indrajaya merupakan pemain yang berposisi sebagai striker. Prajurit berpangkat Pratu tersebut lahir di Sidole, 17 Agustus 2000. Sebelum menjadi prajurit, Agung memperkuat Mitra Wombo. Kini, ia bertugas di Kodim 1306 Kota Palu.

Berbeda dengan Agung, Julian yang lahir di Kotamobagu, 17 Juli 1999, beroperasi sebagai gelandang menyerang. Pemain yang sebelumnya memperkuat Perminsel itu kini menyandang pangkat Prajurit Satu dan bertugas di Yonif 711/Raksatama.

Julian mengaku sangat antusias bisa tampil pada Piala Pangdam XXIII Palaka Wira 2026. Menurutnya, turnamen tersebut menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman sekaligus mengasah mental dalam menghadapi persaingan.

Pengalaman Julian di sepak bola juga cukup mentereng. Bersama PSAD Kodam XIII/Mdk, ia pernah membawa tim menjadi juara Liga 3 Zona Sulawesi Utara dalam perebutan Piala Pangdam XIII/Mdk. Ia juga mengoleksi gelar juara Bupati Cup Bolmut dan Open Turnamen Manado Cup bersama tim yang sama.

Sementara bersama Perintis Palapi, Julian meraih peringkat ketiga pada Open Turnamen Berani Cup Alindau, Pantai Barat, Palu.
Pemain ketiga adalah Moh Riski. Pratu kelahiran Sirenja, 22 Februari 1999, tersebut bermain sebagai stoper. Sebelum menjadi prajurit, Riski memperkuat klub Ujumbou. Saat ini, ia bertugas di Korem 132/Tadulako.

Bagi ketiganya, sepak bola bukan sekadar olahraga dan ajang kompetisi. Kemampuan mereka di lapangan juga menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan hingga berhasil lolos seleksi TNI AD.

Meski Colony FC gagal melangkah lebih jauh di Piala Pangdam XXIII Palaka Wira 2026, kehadiran Agung, Julian dan Moh Riski menjadi bukti bahwa sepak bola dapat menjadi salah satu jalan bagi atlet daerah untuk mengembangkan diri, sekaligus membuka peluang meraih masa depan melalui jalur prestasi dan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.

Pos terkait