Demi Medali PON – Pangkas Gaji Pelatih Dayung untuk Biaya Atlet Berlatih

DAYUNG

PALU, MERCUSUAR –  Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Tengah optimis dapat meraih hasil maksimal di PON XX Papua  tahun 2021. Hal itu disampaikan  pelatih Dayung Sulteng, Wahyu Aristina dalam Workshop Peningkatan SDM Pelatih Cabor Sulteng yang Lolos PON XX 2010 di Kantor KONI Sulteng,  Senin (26/10/2020).

Optimisme wanita kelahiran Salatiga ini berdasarakan hasil positif tim Dayung PODSI  Sulteng dalam enam terakhir di beberapa kejuaraan, baik nasional maupun internasional.  Bahkan nomor  Quadruple yang  baru pertama diikuti di Pra PON menjadi target perunggu  PODSI  di  PON mendatang termasuk kelas Rowing 8+ yang baru pertama diikuti di Pra Pon  sudah mampu menembus posisi empat besar.  PODSI Sulteng secara keseluruhan akan tampil di sembilan  nomor.

“Dalam enam tahun terakhir atlet-atlet kami telah memperlihatkan hasil yang lumayan baik, bahkan di tahun 2018 adalah tahun  bergelimang dengan emas hingga tahun 2019. Optimis kami juga berdasarkan hasil latihan mandiri selama empat tahun,” ujar pelatih yang biasa disapa Coach Ayu ini dihadapan pengurus KONI Sulteng.  

Selain di PON XX Papua,  PODSI Sulteng, kata Coach Ayu manargetkan minimal lima atlet serta satu pelatih mereka bisa lolos dalam seleksi timnas bulan Desember mendatang.  

Meski taget sudah diapungkan namun hingga saat ini PODSI Sulteng  belum memiliki gudang perahu sendiri dan peralatan lomba bukan spesifikasi yang terbaik.

“Pernah dijanjikan bangun mess atlet dan gudang. Tapi hingga saat ini kami masih berkordinasi dengan PB PODSI. Peralatan lomba pun   belum ada spesifikasi terbaik pasca gempa yang menghancurkan sebagian besar peralatan kami. Kami tak bisa berjalan sendiri sehingga besar harapan kami agar  dibantu perahu khusus lomba  yang tentunya dukungan KONI sangat dibutuhkan,” sambung  coach Ayu yang merancang puslatda timnya di Tentena Kabupaten Poso.

Demi sekeping medali di PON XX Papua nanti, PODSI Sulteng sampai harus rela memangkas gaji pelatih dalam pembiayaan atletnya. Sebuah rahasia mulia yang dibeberkan coach Ayu dalam workshop tersebut.

“Kondisi saat ini (Covid-19) yang tak memungkinkan, PPLP dan Smanor berhenti dan semuanya kembali ke pengprov . Gaji pelatih pun harus dipotong dalam pembiayaan  atlet. Walau demikian kami tak berhenti untuk berlatih. Harapan  kami untuk tahun ini medapatkan bantuan terbaik agar bisa bersaing di PON XX Papua,” ucap coach Ayu mengakhiri. CLG

Pos terkait