Ketua PSSI Donggala Soroti Prestasi 2025 yang Membanggakan

Mohammad Edwan

DONGGALA, MERCUSUAR – Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Donggala, Mohammad Edwan, menyampaikan refleksi dan capaian Askab PSSI Donggala sepanjang tahun 2025 usai berakhirnya Final Liga 4 Nasional Zona Kabupaten Donggala, Senin (12/1/2026).
Menurut Edwan, tahun 2025 menjadi periode penting bagi Askab PSSI Donggala dalam membangun fondasi sepak bola yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. Salah satu terobosan yang mendapat perhatian luas adalah lahirnya Kabupaten Donggala sebagai “mesin pencetak wasit wanita” di Sulawesi Tengah.
“Berkaca dari banyaknya keributan yang kerap terjadi di pertandingan sepak bola, kami melakukan gebrakan dengan menciptakan dan melibatkan wasit wanita. Harapannya, iklim pertandingan bisa lebih aman, tertib, dan sportif,” ujar Edwan.
Saat ini, tercatat sebanyak 14 wasit wanita aktif berasal dari Kabupaten Donggala. Keberadaan mereka dinilai tidak hanya sebagai simbol kesetaraan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meredam tensi berlebih di lapangan hijau.
Selain itu, Edwan mengungkapkan tingginya aktivitas kompetisi sepak bola di Donggala sepanjang 2025. Dalam satu tahun, sebanyak 22 event sepak bola digelar di berbagai wilayah kabupaten, seluruhnya mendapatkan rekomendasi resmi dari Askab PSSI Donggala.
“Ini menunjukkan tingginya animo dan geliat sepak bola di Donggala. Semua event tersebut berjalan karena koordinasi dan rekomendasi resmi dari Askab,” jelasnya.
Tak hanya dari sisi perwasitan dan kompetisi, Askab PSSI Donggala juga mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan sumber daya pelatih. Sebanyak 60 pelatih sepak bola telah terlibat aktif, hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh jajaran pengurus Askab.
“Ini bukan kerja satu dua orang. Ini hasil kerja keras semua pengurus Askab PSSI Donggala yang terus mendorong pembinaan dari bawah,” tegas Edwan.
Ia berharap, capaian sepanjang 2025 dapat menjadi modal kuat untuk meningkatkan prestasi sepak bola Donggala di tahun-tahun mendatang, baik dari sisi prestasi tim, kualitas wasit, maupun profesionalisme pelatih. CLG

Pos terkait