PALU, MERCUSUAR– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) secara maraton bersama cabang olahraga (cabor) unggulan berbasis cabang Olimpik sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rakor tersebut difokuskan pada cabor-cabor unggulan yang dipertandingkan pada PON 2028, namun tetap berkaitan erat dengan kesiapan masing-masing cabor, mulai dari program pembinaan atlet, rencana pemusatan latihan, hingga penyusunan kebutuhan anggaran sejak dini guna mendukung target prestasi, termasuk membidik peringkat 10 pada PON 2028.
Kegiatan rakor yang digelar di Kantor KONI Sulawesi Tengah ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Sulteng, Fathur Razaq, Senin (5/1/2026). Turut hadir Sekretaris Umum Ancha Lamakarate, Ketua Harian Ifan Taufan, serta jajaran pengurus KONI Sulteng lainnya.
Rapat koordinasi dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam beberapa sesi. Pada sesi pertama, rakor diikuti oleh cabang karate, taekwondo, dan panjat tebing. Sementara pada sesi kedua, melibatkan cabang atletik, akuatik, dan menembak.
Rangkaian rakor ini akan terus dilaksanakan secara maraton hingga hari Rabu, Kamis, dan Jumat dengan melibatkan seluruh cabang olahraga berbasis Olimpik. Dari pertemuan tersebut, KONI Sulteng menekankan pentingnya data yang jelas dan terukur dari masing-masing cabor, baik terkait potensi atlet, program pembinaan, maupun kebutuhan anggaran.
Melalui persiapan yang sistematis dan berkelanjutan, KONI Sulteng optimistis langkah ini akan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan prestasi olahraga Sulawesi Tengah pada PON 2028 mendatang. CLG






