KONI Sulteng Siap Bersih-Bersih Cabor Jelang PON 2028

PALU, MERCUSUAR – Upaya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mulai menyasar cabang olahraga (cabor) atau pengurus provinsi (Pengprov) yang kepengurusannya mati suri patut dibaca sebagai sinyal serius menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT–NTB.

Berdasarkan data bidang organisasi KONI Sulteng, sedikitnya 17 cabor masih bermasalah secara struktural. Bahkan, beberapa di antaranya hanya memiliki ketua dan sekretaris, tanpa perangkat organisasi yang lengkap. Kondisi ini jelas memprihatinkan, mengingat organisasi adalah mesin awal pembinaan atlet. 

“Tanpa kepengurusan aktif, mustahil program latihan, kompetisi, hingga penganggaran dapat berjalan optimal.

Langkah KONI Sulteng ini sudah seharusnya dilakukan sejak dini. PON 2028 bukan agenda jangka pendek, melainkan puncak dari proses pembinaan panjang. Jika masih ada cabor yang tak jelas kepengurusannya, maka anggaran yang dialokasikan setiap tahun berpotensi tidak tepat sasaran, bahkan sia-sia,” terang Hendy Maratua Sagala dari Bidang Organisasi KONI Sulteng, Selasa (6/1/2026).

“Target Sulawesi Tengah untuk menembus 10 besar PON 2028 dengan raihan sekitar 30 medali emas adalah target besar yang menuntut kerja luar biasa. Target ini tidak akan tercapai hanya dengan semangat dan slogan.Dibutuhkan organisasi cabor yang sehat, program pembinaan berjenjang, serta atlet yang disiapkan sejak sekarang. Tanpa pembenahan struktur, target tersebut berisiko menjadi ambisi kosong,” ujar Ketum KONI Sulteng, Fathur Razaq

Menurut Fathur, akan sulit memenuhi target besar jika masih ada cabor yang belum siap, baik dari sisi organisasi, apalagi kesiapan atlet. Pernyataan ini menjadi peringatan bagi seluruh cabor agar segera berbenah.

PON 2028 bukan panggung coba-coba, melainkan ajang pembuktian apakah Sulawesi Tengah benar-benar siap naik kelas di kancah olahraga nasional pada PON 2028 atau malah sebaliknya. CLG

Pos terkait