PALU, MERCUSUAR – Perlahan namun pasti, Labuan Beru FC U17 terus menebar harapan di pentas Piala Soeratin U17 Seri Nasional. Wakil Zona 7 Nasional ini kini bersiap melanjutkan perburuan gelar juara nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Labuan Beru merupakan juara Provinsi Sulawesi Tengah yang berasal dari wilayah Palu Utara. Perjalanan mereka menuju panggung nasional tidak datang dengan kemewahan. Bermodalkan hadiah juara provinsi sebesar Rp35 juta, tim ini bertolak menuju Manado, Sulawesi Utara, menggunakan bus yang tampak seperti mulai berusia tua.
Namun, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat anak-anak Labuan Beru. Justru dari perjalanan sederhana itulah mental bertanding mereka ditempa.
Di bawah asuhan pelatih kepala Muh Farid, yang akrab disapa Coach Ken, Labuan Beru menunjukkan karakter permainan yang semakin matang. Coach Ken bukan sekadar berada di pinggir lapangan sebagai pengatur strategi, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menjaga mental dan kepercayaan diri para pemain mudanya.
Aura positif Coach Ken tampaknya ikut mengiringi langkah Labuan Beru di Zona 7. Pada laga perdana, Labuan Beru sukses mengalahkan wakil Maluku Utara dengan skor tipis 1-0.
Hasil tersebut menjadi modal penting. Pada pertandingan berikutnya, Labuan Beru harus puas bermain imbang 1-1 menghadapi wakil Sulawesi Utara.
Namun, mereka menunjukkan respons luar biasa pada laga terakhir. Menghadapi wakil Gorontalo, Persital, Labuan Beru tampil menggila dan mencatat kemenangan telak 8-0.
Hasil itu sekaligus menegaskan bahwa Labuan Beru bukan sekadar pelengkap di pentas nasional.
Menariknya, Labuan Beru memiliki sejarah dalam pembinaan pemain muda. Klub asal Palu Utara ini pernah melahirkan Dimas Adi Prasetyo, striker yang kemudian mendapat kesempatan memperkuat Tim Nasional Indonesia U-20.
Kini, tantangan yang lebih besar menanti. Labuan Beru U17 menjadi wakil Zona 7 dan akan tampil di IKN, Kalimantan Timur, bersama para juara zona lainnya untuk memperebutkan gelar Juara Nasional sejati, Piala Soeratin U17.
Dengan keterbatasan anggaran dari Palu, putra-putra berbakat terpilih ini sukses menjejaki panggung nasional.
Dan di balik perjuangan itu, ada sosok Coach Ken yang terus berdiri di pinggir lapangan, meramu strategi sekaligus menjaga api perjuangan anak-anak Labuan Beru tetap menyala.
Labuan Beru bukan hanya membawa nama klub, tetapi juga membawa harapan sepak bola muda Sulawesi Tengah. CLG






