PALU, MERCUSUAR – Pelaksanaan Kompetisi Liga 4 tahun 2025/2026 yang digagas PSSI menuai sorotan, khususnya terkait poin keenam dalam Surat Edaran resmi nomor 4397/PGD/658/VIII-2025 yang mengatur keterlibatan Pemerintah Provinsi.
Dalam Surat Edaran tersebut, pada poin 6 ditegaskan bahwa PSSI Provinsi bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi setempat dalam penyelenggaraan kompetisi dengan titel Piala Gubernur. Namun, implementasi di daerah dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan ketentuan tersebut.
Sekaitan hal itu, pemerhati Sepak bola asal Donggala, Mohammad Edwan secara tegas mengkritik pelaksanaan Liga 4 di Sulteng yang rencananya digelar pada 25 Maret 2026. Menurutnya kejuaraan tersebut harus menggunakan nama Piala Gubernur sesuai dalam regulasi poin nomor 6.
“Keliru pemutaran Liga 4 yang akan diadakan itu tanpa membawa nama Piala Gubernur. Itu tidak sejalan dengan regulasinya dan terkesan sangat dipaksakan,” ujar Edwan kepada Mercusuar, Rabu (18/3/2026).
Ia juga menilai, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya sinkronisasi antara regulasi pusat dengan pelaksanaan di daerah. Bahkan, ia mempertanyakan transparansi dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Selain itu, Edwan menyoroti peran kepengurusan Asprov yang saat ini masih belum definitif. Ia menyebut seharusnya Pelaksana Tugas (Plt.) lebih memprioritaskan percepatan kongres.
“Seharusnya Plt. fokus pada percepatan pelaksanaan kongres agar tidak membiarkan posisi Ketua Asprov Sulteng kosong sejak 31 Desember 2025,” tegas Edwan yang juga sebagai salah satu tim pemenangan Anwar Hafid di Kongres PSSI mendatang.
Tak hanya itu, persoalan bonus bagi peserta juga menjadi perhatian. Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan terkait total bonus maupun sumber pendanaannya.
“Perlu kita pertanyakan Liga 4 ini, berapa total bonusnya dan dari mana sumbernya. Jangan nanti ujung-ujungnya datang meminta (bonus) ke Gubernur, sementara tidak memakai nama Piala Gubernur,” tambah Edwan.
Ia juga menilai, tidak adanya informasi bonus dalam materi promosi seperti flyer menunjukkan kurangnya profesionalisme panitia. Padahal, transparansi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan motivasi tim peserta.
Hal ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara Liga 4 di Sulawesi Tengah agar pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai acuan PSSI serta lebih transparan dan profesional.
“Dalam flyer, total bonus itu wajib disampaikan agar panitia terkesan profesional dan bisa memotivasi peserta,” pungkasnya. CLG






