MERCUSUAR – Kejutan besar terjadi di partai puncak All England Open Badminton Championships 2026, Minggu (8/3/2026) malam. Di tengah prediksi yang lebih menjagokan Lakshya Sen, pebulu tangkis Taiwan Lin Chun-Yi justru tampil dingin dan keluar sebagai juara setelah menang dua gim langsung 21-15, 22-20.
Gelar tersebut bukan sekadar kemenangan biasa. Lin mencatat sejarah sebagai pemain tunggal putra pertama Taiwan yang mampu menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia yang telah digelar sejak 1899.
Sejak awal laga, pemain kidal berusia 26 tahun itu langsung menunjukkan permainan agresif. Smash keras dan tempo cepatnya berkali-kali memaksa Sen keluar dari pola reli panjang yang biasanya menjadi kekuatan utama wakil India tersebut.
Pada gim pertama, Lin tampil dominan. Variasi serangan dari sisi kiri membuat Sen kesulitan menemukan ritme permainan hingga akhirnya Lin menutup gim pembuka dengan skor 21-15.
Perlawanan sengit baru terlihat pada gim kedua. Sen mencoba memperlambat tempo dan memancing reli panjang untuk meredam kekuatan lawannya. Strategi itu membuat skor berjalan ketat hingga memasuki fase deuce.
Namun ketenangan Lin di poin-poin krusial menjadi pembeda. Dua serangan tajam di akhir pertandingan memastikan kemenangan 22-20 sekaligus mengunci gelar juara.
Bagi Sen, kekalahan ini menjadi kekecewaan kedua di partai final All England setelah sebelumnya juga gagal saat tampil di final edisi 2022.
Sebaliknya bagi Lin, kemenangan ini menandai kebangkitan baru bulu tangkis Taiwan di panggung dunia sekaligus melahirkan “raja baru” di sektor tunggal putra All England.CLG
Lin Chun-Yi Ukir Sejarah, Rebut Mahkota All England






