Popda Sulteng 2022 Morowali,Memburu Emas Sepak Bola Popda di Lapangan Lumpur 

  • Whatsapp
foto 1 Popda-c85e925d

PALU, MERCUSUAR- Cabang olahraga Sepak Bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) mulai menggelar pertandingan pada Selasa (30/8/2022) pagi hingga sore. Hanya lima daerah dari 13 kabupaten kota yang ambil bagian di cabor Sepak bola ini, yakni Kabupaten Buol, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala .

Di grup A, Kabupaten Poso mengawali laga dengan mengambil poin penuh saat menaklukkan Kabupaten Buol 1-0. Di grup B yang hanya diikuti Kabupaten Donggala dan Kota Palu, panitia menggunakan sistem kompetisi penuh dimana kedua tim bertanding dua kali.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Futsal PWI Sulteng Jajal Humas Polda FC 

“Cabor Sepak Bola hanya diikuti lima daerah saja. Karena keterbatasan waktu maka tidak mungkin full kompetisi. Makanya dibagi ke dalam dua grup saja. Di grup B yang diisi dua tim kita gunakan sistim kompetisi penuh, dua tim bermain dua kali. Artinya Palu dan Donggala sudah pasti lolos ke semifinal, sisa mencari juara grup B saja,” ujar Rahman Tinggede yang bertugas sebagai Match Commisioner saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2022).

Setelah Buol dikalahkan Poso di grup A, tuan rumah Morowali siap mengancam kedua tim di pertandingan Rabu (31/8/2022) pagi ini. Sedangkan di grup B, Kota Palu sudah melenggang ke semifinal usai merebut empat angka setelah menang 2-1 dan imbang 2-2 versus Donggala.

Pilihan Redaksi :  Persema Mepanga Siap Bersaing di Wilayah Barat

“Di pertandingan pertama kami tidak tampil dengan permainan terbaik karena ada beberapa pemain kurang sehat. Tapi di pertandingan kedua alhamdulillah kami kembali main dengan full team. Soal target di semifinal, tentu kami ingin menang. Secara permainan tidak ada perbedaan dengan semua peserta. Tapi, kondisi lapangan yang becek mempengaruhi permainan dan kami berupaya untuk bisa cepat beradaptasi,” ujar Sigit Sudaryanto yang menukangi Donggala.

Sementara itu manajer tim Sepak Bola Kota Palu, Muhammad Warsita tetap optimis timnya menembus final meski kondisi lapangan Bahomonte yang menjadi venue pertandingan berlumpur dan tidak maksimal dalam menjalankan taktik permainan.

“Peluang kita tetap terbuka (ke final), tapi masih menunggu hasil grup sebelah apakah Morowali, Poso, atau Buol. Terkait dengan peluang juara semua tim ini hampir semua merata. Kita bicara lolos ke final dulu baru berbicara medali emas. Tapi kami tetap target emas, “ ujar manajer tim Kota Palu, Muhammad Warsita.

Pilihan Redaksi :  PBSI Sulteng Rencanakan GOR Siranindi Jadi Pusdiklat

Soal lapangan yang becek, ini kan kondisional pengaruh cuaca, ini karena kegiatan dilakukan di musim hujan. Kita belum punya lapangan representatif untuk menggelar kegiatan olahraga multieven. Harusnya ini menjadi perhatian dan tantangn bagi tuan rumah. Sebenarnya ada lapangan tapi jauh. Yang jelas nanti bukan jadi alasan dengan kondisi lapangan becek,” jelas Warsita. CLG

Baca Juga