SMKN 3 Palu Dukung Program Tanam Cabai

LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Tengah tahun 2026, yakni mengajak satuan pendidikan untuk menghijaukan lingkungan sekolah, sekaligus mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui penanaman cabai, mendapat apresiasi luas dari dunia pendidikan.

Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, menyatakan dukungan penuh terhadap nawacita Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid yang mendorong seluruh satuan pendidikan berperan aktif dalam menanam cabai, sebagai langkah konkret mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi.

“Program ini sangat tepat diterapkan di lingkungan sekolah. Pasalnya, jika setiap siswa menanam satu pohon cabai, maka hasilnya akan sangat signifikan. Di SMKN 3 Palu saja, jumlah siswa mencapai 2.166 orang, belum termasuk guru, staf, dan tenaga kependidikan. Jika dikalikan dengan jumlah siswa, guru, dan tenaga kependidikan, tentu ini dapat membantu kebutuhan atau suplai cabai bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya warga sekolah,” ujarnya, Senin (5/1/2026) siang.

Ia menjelaskan, pihak sekolah akan segera menindaklanjuti arahan Gubernur tersebut. Bahkan, dukungan terhadap program itu telah disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

“Mulai tahun 2026, SMKN 3 Palu akan memulai pembibitan cabai. Sebagai bentuk apresiasi, saya sendiri sudah melakukan pembibitan di rumah,” ungkap Hamka.

Proses penanaman, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap. Bibit cabai akan dipindahkan dari polibag kecil ke polibag besar hingga tumbuh optimal dan menghasilkan cabai berkualitas.

Selain itu, pihak sekolah juga telah menggelar pertemuan dengan staf, guru, tenaga tata usaha, serta wali kelas untuk menyatukan langkah dalam menyukseskan program tersebut.

“Kami akan bergerak bersama dengan menanam satu pohon cabai untuk setiap siswa, memanfaatkan pekarangan sekolah yang ada,” tegasnya.

Hamka berharap, program tanam cabai ini tidak hanya mendukung MBG dan ketahanan pangan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan dan kemandirian kepada peserta didik sejak dini. UTM

Pos terkait