PALU, MERCUSUAR – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi telah menyampaikan hasil rapat terbatas persiapan penyelenggaran PON dan menyebutkan jumlah cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan dikurangi dari 47 cabor menjadi 37 cabor. Dan ternyata, rasionalisasi menpora tersebut juga masuk dalam perbincangan hangat di jajaran KONI Sulawesi Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada target jumlah medali kontingen Sulawesi Tengah di PON Papua.
Sekaitan hal itu Kepala Sekretariat KONI Sulawesi Tengah, Edison Ardiles kepada Mercusuar menyebut kebijakan menpora itu belum dituangkan dalam surat keputusan sehingga pihaknya belum mengambil sikap.
“Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari KONI Pusat dan Itu sifatnya masih hasil pertemuan di Kemenpora,” ucap Edison di ruang kerjanya, Kamis (29/8/2019).
‘Keputusan mendadak’ tersebut dinilai berpengaruh besar pada daerah yang selama ini mendominasi di setiap PON bahkan dampaknya bisa merugikan banyak tim peserta.
“Saya kira rasionalisasi cabor dan jumlah pertandingan itu adalah keputusan yang harus kita sikapi dengan bijak. Hanya saja, saran dari kami jangan cabornya yang dikurangi, melainkan nomor pertandingan atau perlombaannya yang dipangkas. Karena hal ini berdampak kepada psikolgis atlet yang sudah berusaha keras menjadi juara di babak kualifikasi dan daerah yang sudah banyak menghambur duit selama persiapan. Bahkan bila perlu cabor yang tak berpotensi medali bagi Indonesia olympic, itu yang seharusnya di coret,” tambah Edison.
Diketahui sebelumnya menpora telah mengungkapkan 10 cabor masuk dalam rasionalisasi dari 47 cabor menjadi 37. Cabor yang dicoret adalah Balap Motor, Bridge, Catur, Cricket, Dansa, Selam, Ski Air, Woodball, Gateball dan Petanque.
Dua cabor yang disebutkan terakhir dalam beberapa kesempatan pernah menyumbang medali bagi Sulawesi Tengah di beberapa kejuaraan nasional sehingga dinilai berpeluang lolos ke PON 2020. CLG