Tembus Standar Internasional, Tiga Master Taekwondo Sulteng Naik Tingkat Kukkiwon

MERCUSUAR – Kabar membanggakan datang dari dunia taekwondo Sulawesi Tengah. Tiga taekwondoin terbaik daerah berhasil menembus standar internasional setelah dinyatakan lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam High Dan Kukkiwon yang digelar Pengurus Besar Taekwondo Indonesia pada 13–14 Februari 2026 di Griya Anabatic, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.
Ketiganya adalah Master Sumarno Syamsuri, asal Donggala yang sukses meraih Dan 7 Kukkiwon, Master Abdi Tunggal dari Poso dengan capaian Dan 6 Kukkiwon, serta Master Moh. Nasir dari Kota Palu yang juga meraih Dan 6 Kukkiwon.
Ujian High Dan Kukkiwon tersebut menghadirkan tiga penguji, yakni Grand Master Shin Seung Jung, Grand Master Kwak Yong Min selaku perwakilan Kukkiwon di Indonesia, serta Grand Master TB Indra Mulia Zuhri. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh.
Khusus untuk ujian Dan 7, tercatat 15 peserta dari sembilan provinsi turut ambil bagian, di antaranya NTT, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, DIY, dan DKI Jakarta.
Kelulusan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan taekwondo di Sulawesi Tengah. Pasalnya, daerah kini memiliki kewenangan untuk melaksanakan ujian sabuk hitam hingga tingkat Dan 5 Kukkiwon atau level internasional.
Selain itu, enam perwakilan Taekwondo Indonesia Sulawesi Tengah juga mengikuti kegiatan penyegaran penguji yang dilaksanakan pada 9–13 Februari 2026 di lokasi yang sama. Mereka adalah Master Sumarno Syamsuri (Lisensi Penguji Internasional), Master Abdi Tunggal, Master Moh. Nasir, Sabeum Nim Muh. Nur Passau, Sabeum Nim Feibert Piethers Warouw, serta Sabeum Nim Moh. Anwar Makawaru.
Kegiatan penyegaran tersebut diikuti seluruh penguji berlisensi nasional dengan total peserta gelombang 1 dan 2 mencapai sekitar 391 orang. Selain untuk memperpanjang lisensi, agenda ini juga menjadi sarana sosialisasi kurikulum ujian terbaru taekwondo yang wajib diterapkan secara global.
Materi terbaru itu meliputi New Basic Movement untuk Geup 1 sampai Dan 5, New Basic Dan 6 sampai Dan 9, serta Hosinsul Step 1 sampai Step 3 yang wajib dipraktikkan dalam setiap pelaksanaan ujian. Untuk Sulawesi Tengah, penerapan kurikulum baru tersebut akan dimulai pada Ujian Kenaikan Tingkat Geup dan sabuk hitam yang direncanakan digelar Pengprov TI Sulteng pada awal April 2026.
Ketua Umum Pengprov TI Sulteng Dody Triwinarto melalui Sekretaris Umum Budi Yuwono menyampaikan bahwa penyegaran lisensi pelatih maupun penguji merupakan bagian dari program kerja organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) taekwondo di daerah.
Ia menambahkan, penguatan kualitas pelatih dan penguji diyakini akan berdampak langsung terhadap pembinaan atlet sehingga prestasi taekwondo Sulawesi Tengah di tingkat nasional dapat terus meningkat di masa mendatang.*/CLG

Pos terkait